Kartu Kredit Syariah (1)

kartu kredit syariah

Kartu kredit kini sudah menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat dengan mobilitas tinggi untuk berbelanja dan bepergian. Kemudahan yang ditawarkan kartu kredit dan promo yang menarik bisa menjadi bermanfaat bagi pemegang kartu kredit.

Baca juga: perlukah kartu kredit?

Namun di sisi lain ada bunga yang dikenakan jika terjadi keterlambataan dan sistem tagihannya bunga-berbunga.  Dengan demikian, ada sebagian masyarakat yang memiliki kesadaran untuk menghindari bunga. Terbentuklah peluang bank syariah untuk mengeluarkan produk kartu kredit syariah.

Kartu kredit syariah berbeda dengan kartu kredit di bank konvensional yang berbasis bunga, kartu kredit syariah menggunakan akad-akad yang sesuai prinsip-prinsip syariah. Akad yang biasanya digunakan adalah akaf kafalah (akad penjaminan), akad qardh (akad pinjam-meminjam), dan akad ijarah (akad jasa pembiayaan).

Kartu Kredit Syariah di Indonesia pertama kali diterbitkan salah satu unit usaha syariah milik swasta pada tahun 2007, kemudian pada tahun 2009 diterbitkan oleh unit usaha syariah salah satu bank BUMN dan pada tahun 2010 unit usaha syariah bank swasta asing.

Antusiasme pengguna kartu kredit syariah dari tahun ke tahun semakin dinikmati, ditambah kesadaran masyarakat yang menghindari riba pada bunga bank. Kartu kredit syariah menjadi solusi penggunaan kartu kredit namun terhindar dari bunga.

Di bagian selanjutnya kami akan melanjutkan mengenai perbedaan kartu kredit syariah dan mekanisme akad.

User Rating: 0.0 (0 votes)
Sending