Kapan ya Bisa Berangkat Haji?

naik-haji

Hari Idul Adha akan kita rayakan sebentar lagi, di akhir bulan ini. Hari Idul Adha sendiri adalah puncaknya ibadah Haji yang dijalankan oleh umat Islam diseluruh dunia. Terkadang Idul Adha disebut pula sebagai Idul Qurban atau Lebaran Haji.

Ibadah haji tentu saja, menjadi keinginan bagi semua Islam. Tapi, biaya nya yang tidak murah, membuat kita sering bertanya, kapan ya saya bisa berangkat haji ? Nah, daripada terus bertanya, ayo kita buat rencana supaya keinginan kita ini bisa tercapai.

Berapa biaya ibadah haji sekarang ?
Biaya untuk perjalanan ibadah haji di Indonesia saat ini ada 2 jenis, yaitu dengan ONH reguler dengan biaya sekitar Rp. 36 juta pada tahun 2015 ini, atau dengan ONH khusus yang biayanya antara USD 8.000 – 10.000 tergantung dari paket yang kita ambil.

Untuk bisa terdaftar maka, kita harus memiliki SPPH (Surat Pendaftaran Pergi Haji) dan nomor porsi haji. Untuk ONH reguler, syaratnya kita harus menyetorkan dana pada tabungan haji di Bank penyelenggara sebesar Rp. 25 juta per orang. Sementara kalau kita memilih ONH Khusus kita harus menyetorkan USD 4500 per orang.

Setelah menyetorkan dana dan mendapatkan nomor porsi keberangkatan haji, kita akan diberikan informasi tahun kebrangkatan oleh Kantor Kementerian Agama. Nah, tahun keberangkatan ini sangat ditentukan oleh kuota tahunan untuk keberangkatan haji. Sehingga kita tidak bisa menentukan dengan pasti kapan bisa berangkat. Akan tetapi, saat kita sudah mendapatkan nomor porsi haji, maka kita harus segera mempersiapkan kekurangan dana yang dibutuhkan sesuai biaya ONH yang ditetapkan pemerintah. Kekurangan dana untuk pergi haji harus dilunasi pada tahun keberangkatan yang telah ditentukan.

Untuk ONH reguler di DKI Jakarta saja, kuota sudah mencapai 13 tahun kedepan. Artinya jadwal keberangkatan kita masih 13 tahun lagi. Sementara kalau kita memilih ONH Khusus, waktu keberangkatan bisa lebih cepat, 5 tahun saja.

Melihat penuhnya kuota untuk naik haji, yuk dari sekarang sudah mulai kita siapkan dana ibadah haji. Pertama- tama, tentunya kita harus siapkan setoran awalnya. Kita bisa membuka tabungan haji, dan menabung secara reguler disana. Tapi, tabungan haji tidak memberikan bunga, sehingga apabila kita menabung misalnya sebesar Rp. 1 juta perbulan, maka dana tersebut baru bisa terpenuhi selama 2 tahun. Kalau kita mendapatkan bonus atau penghasilan lainnya, segera tambahkan ke rekening haji supaya kita bisa segera mendapatkan SPPH.

Setelah mendapatkan SPPH, maka jangan berhenti dulu menabungnya. Kita masih harus menyiapkan dana kekurangannya, yaitu sebesar Rp. 36 juta – Rp. 25 juta = Rp. 11 juta perorang. Kalau kita rutin menabung, tidak sampai setahun pasti dananya sudah siap.

Biaya ONH reguler yang ditetapkan pemerintah ada kemungkinan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Tambahkanlah dana tabungan haji kita secara bertahap setiap tahunnya sekitar Rp. 2 juta, untuk menutupi kekurangan biaya haji yang terus meningkat setiap tahun, sambil menunggu tahun keberangkatan yang dijadwalkan.

Lakukanlah tabungan untuk naik haji ini secara reguler dan tidak terputus, agar keinginan kita untuk berangkat haji bisa terlaksana segera. Semoga niat baik ini diridhoi Allah dan dilancarkan urusannya. Amin

 

Tejasari CFP®

Butuh konsultasi dan bantuan membuat perencanaan dana haji? Hubungi kami di tanya@tatadana.com kami siap membantu anda.

www.tatadana.com / www.keuanganitumudah.com