Investasi Saham, Seperti Apa ?

Memiliki saham sebuah perusahaan, artinya kita menjadi pemilik dari perusahaan tersebut.

Kalau kita sendiri yang memiliki usaha tersebut, artinya kita memiliki 100% kepemilikan. Kalau hanya 2 orang dan besarnya sama besar, maka kita memiliki 50% dari kepemilikan perusahaan tersebut. Pada kenyataannya jumlah besarnya kepemilikan usaha akan berbeda beda.

 

Perusahaan di Indonesia, bisa hanya dimiliki oleh kalangan tertentu saja artinya perusahaan ini adalah perusahaan tertutup dan masyarakat umum tidak bisa membeli saham perusahaan tersebut. Akan tetapi, saat ini banyak perusahaan yang menjual sebagian porsi sahamnya kepada masyarakat luas. Hal ini dilakukan, terutama karena kebutuhan dana untuk perluasan usaha.  Perusahaan seperti ini disebut sebagai perusahaan terbuka. Kita, sebagai masyarakat umum, tentu saja bisa membeli saham perusahaan yang dijual tersebut.

 

Tempat untuk membeli saham disebut Pasar Modal. Kita bisa membeli saham di Pasar Modal melalui salah satu anggota Pasar Modal tersebut, yang disebut perusahaan Sekuritas.

Misalnya kita ingin membeli saham perusahaan ABC yang sudah menjadi perusahaan terbuka. Apa yang harus kita lakukan ?

 

  1. Daftarkan diri kita pada sebuah perusahaan sekuritas yang memiliki ijin
  2. Saat mendaftar, kita harus mengisi formulir yang berisi data diri serta informasi lain yang dibutuhkan sesuai syarat sebagai investor.
  3. Terdapat minimal dana yang harus ditempatkan sebagai dana awal, dimana jumlahnya sangat tergantung dari ketentuan masing-masing sekuritas. Ada yang minimal sebesar Rp. 50 juta, ada yang sebesar Rp. 5 juta, sangat berbeda beda pada tiap perusahaan. Pilihlah yang sesuai dengan kondisi keuangan kita saat ini.
  4. minimal pembelian saham adalah sebesar 1 lot atau 100 lembar. Tiap perusahaan memiliki harga saham yang berbeda. Kalau harga saham 1 lembar perusahaan ABC sebesar Rp. 5.000 maka untuk membeli 1 lot saham ABC kita perlu menggunakan dana sebesar Rp. 500.000,-
  5. Pilihlah jenis transaksi yang kita inginkan, bisa transaksi secara online, artinya kita harus melakukannya sendiri. Atau dibantu oleh seorang broker untuk menjalankan transaksinya. Tentu saja, fee yang harus kita bayarkan untuk transaksi online lebih murah. Umumnya, investor yang baru memulai transaksi saham akan membutuhkan seorang  broker untuk membantu menjalankan transaksi.
  6. Keuntungan dari transaksi saham adalah saat kita menjualnya diharga lebih tinggi dari harga pembelian. Apabila kita membeli saham perusahaan ABC di harga Rp. 5.000,- dan menjualnya di harga Rp. 5.500,- artinya kita telah mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 500,- per lembar saham. Kita akan mendapatkan kerugian apabila menjual saham pada harga lebih rendah dibandingkan harga beli. Selamat bertransaksi

 

Tejasari CFP®

 

http://new.tatadana.com/investasi-saham-seperti-apa/