Tujuan investasi menentukan langkah yang perlu Anda ambil saat ini. Demikian juga dengan investasi emas. Pernahkah Anda bertanya-tanya dalam hati tentang bagaimana memulai investasi emas? Berapa banyak emas yang sebaiknya dimiliki? Apakah pergi ke toko lalu beli tunai atau beli cicilan ke pegadaian? Memiliki emas dengan cara membeli, atau beli-gadai atau gadai (saja)? Apa beda diantara ketiganya?

Ditambah berbagai tawaran menggiurkan yang muncul belakangan berupa investasi berkedok emas, kita makin bingung apakah harus menyimpan fisik emas atau online trading dan MLM? Anda, investasi emas bisa mulai dari yang paling mudah & pasif, moderat hingga penghasil cashflow yang lebih beresiko. Dan sebetulnya investasi emas adalah investasi paling sederhana, murah dan mudah untuk membuat kita bingung mengawalinya. Kita ungkap 3 tujuan investasi, untuk jadi panduan sebelum Anda memutuskan langkah berikutnya.

1. Emas untuk tujuan tabungan
Emas untuk tujuan ini mirip tabungan kita pada umumnya. Bisa disebut juga untuk tujuan melindungi asset (dibanding asset cair disimpan di tabungan/ deposito yang tak memberikan hasil baik), bisa disebut dana darurat atau dana cadangan yang setiap saat harus dicairkan.
Metode investasi emas untuk tujuan ini adalah dengan cara menghijrahkan dana menganggur di deposito atau tabungan (atau berbagai investasi pasif lainnya), dikonversi dalam bentuk emas. Juga bisa dengan mengalokasikan langsung dana lebih bulanan atau income tambahan. Tidak ada rencana dan target tertentu, selain simpan dan alokasikan kapanpun.

Bagaimana pemanfaatan emas ketika dana cair dibutuhkan? Gadai atau jual? Jika ada keyakinan dana akan kembali dalam beberapa waktu atau penggunaan dana hanya sementara, gadai adalah pilihan terbaik.

Emas untuk tujuan ini memerlukakan disiplin karena alokasi dana lebih berhadapan dengan keinginan kita untuk konsumtif.

2. Emas untuk tujuan jangka panjang
Emas untuk tujuan ini dipersiapkan untuk memenuhi tujuan jangka panjang seperti haji, umroh, pendidikan dan dana pensiun. Alokasinya per bulan, dengan target jumlah emas tertentu dalam periode tertentu. Perlu menghitung dengan formula tertentu baik di perhitungan biaya dalam Rp maupun peningkatan nilai emas (untuk perhitungan dengan kalkulator online bisa akses kesini : http://www.salmadinar.com/?page_id=121) lalu menyiapkan alokasi dana secara periodik.

Cara yang dipilih misalnya cicilan emas, atau cara alokasi bulanan yang ‘memaksa’ seperti arisan atau potong gaji bulanan. Ketika sampai tujuan, emas yang dimiliki dijual untuk dimanfaatkan

3. Emas untuk income atau penghasil cash
Emas untuk tujuan ini perlu ekstra usaha, dengan konsekuensi setara yaitu hasil berupa pemasukan karena emas yang kita miliki menjadi produktif. Ada dua cara, yang hakiki dan spekulasi. Yang hakiki adalah menjadikan emas sebagai objek jual-beli sebagaimana layaknya transaksi dagang biasa. Yang spekulasi adalah dengan beli-gadai bertingkat dengan mengharapkan selisih cash yang didapat dari hasil jual emas pada periode tertentu dengan biaya titip (gadai) di bank syariah.

Cara memperjual-belikan emas sendiri sebetulnya cukup sederhana. Dengan transaksi flip (bukan inventory), stok emas kita memungkinkan untuk menjadi penghasil cash yang nilainya setara dengan 15% nilai emas yang kita miliki, per bulan. Detail tentang ini saya bahas disini http://endyjkurniawan.com/2011/12/04/hanya-ada-dua-cara-produktifkan-emas/

Cek niat Anda, tujuan mana yang ingin dicapai. Sesuaikan langkah setelahnya. Tak perlu bingung. Semoga bermanfaat.


Salam
Endy J. Kurniawan | Penulis Buku Best Seller Nasional “Think Dinar” | Penasihat Investasi Emas dan Perak | Follow @endykurniawan | visit www.endyjkurniawan.com

Disclaimer:
Segala opini, kesimpulan dan informasi lain yang terdapat di dalam tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis dan belum tentu mewakili pendapat atau pandangan NgaturDuit.com. Isi dari tulisan ini tidak dimaksudkan sebagai saran untuk membeli atau menjual produk keuangan mana pun. Semua transaksi yang dilakukan merupakan tanggung jawab masing-masing.