Invest dan Trading Saham Secara Mandiri [willy update]

Setelah mengetahui seperti apa keuntungan dan kerugian di investasi saham, mengetahui lebih cocok sebagai investor atau trader, memiliki tujuan yang jelas dalam bertransaksi, juga tahu dari mana sumber pengetahuan untuk belajar saham, maka kini saatnya belajar untuk menganalisa diri sendiri; apakah lebih cocok menjadi investor atau trader, lalu mulai mendalami ilmu dan strategi yang diperlukan untuk menunjang pilihan tadi.

Jika ternyata yang dipilih adalah sebagai investor jangka panjang, tentu akan fokus pada analisa fundamental dan analisa teknikal jika Anda lebih memilih untuk menjadi trader. Kedua jenis analisa tersebut didalami dengan tujuan untuk membantu pemilihan saham-saham yang ingin dijadikan pilihan.

Baca juga: Cara Menjadi Investor Saham

Analisa Fundamental adalah analisa dimana untuk yang menjadi bahan analisa utama berasal dari laporan keuangan perusahaan seperti laporan arus kas, neraca, laporan, dan laba rugi. Analisa fundamental menjawab pertanyaan “berapa harga wajar suatu saham?”
Download IDX Watch di Google Playstore (iOS menyusul), untuk tahu berapa harga wajar suatu saham.

Analisa Teknikal adalah analisa dimana yang meggunakan data-data historis mengenai volume perubahan harga saham : harga pembukaan, harga tertinggi, harga terendah dan harga penutupan.

Bagi investor, setelah membeli saham pada harga yang perlu dilakukan adalah sesekali melakukan review saham, minimal 3 bulan sekali, saat laporan keuangan kuartal keluar. Analisa apakah perusahaan berkembang seperti yang kita harapkan. Meskipun investor tidak fokus pada harga saham, namun penurunan yang tajam harus disikapi, apakah memang kinerja perusahaan kurang baik atau mungkin pasar bersikap berlebihan sehingga menjadi peluang baik untuk menambah kepemilikan.

Berbeda jika Anda memilih untuk menjadi seorang trader. Pertama-tama, tentukan gaya trading seperti apa yang disukai. Berbeda gaya tentu data dan chart yang digunakan untuk analisa akan berbeda. Sebagai trader, Anda juga harus memiliki manajemen risiko yang baik. Ingat, semakin sering melakukan transaksi, maka kemungkinan salah semakin besar. Pastikan bahwa jika salah, potensi kerugian yang bisa diterima sudah diperhitungkan sebelumnya.

Keputusan membeli hendaknya didasarkan pada keputusan sendiri bukan sekedar karena emosi ataupun mendengar berita-berita. Fokus pada hal yang sudah dianalisa dan kendalikan emosi. Selama belum menjual atau membeli maka kerugian dan keuntungan masih potensi, belum benar-benar terjadi. Oleh karena itu, jangan terlalu panik melihat potensi kerugian. Sebaliknya pun sama. Tidak perlu bahagia berlebihan saat melihat potensi keuntungan.

Willy Update:
Setelah mencoba memahami beberapa dasar dalam bertransaksi saham, Willy telah memilih untuk menjadi seorang investor. Hal ini karena Willy saat ini telah memiliki pekerjaan yang bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek. Dengan demikian, saham ditargetkan untuk memenuhi beberapa kebutuhan keuangan Willy dalam 3-5 tahun ke depan.

Selain itu, Willy mengaku belum siap secara fisik untuk menyiapkan banyak waktu memandang harga saham di layar monitor, maupun siap mental melihat saat saham yang dibeli mengalami kerugian. Jadi untuk saat ini Willy memilih menjadi investor, tapi tidak menutup kemungkinan suatu saat mencoba jadi trader juga.

Kalau anda sendiri bagaimana? Lebih memilih jadi investor atau trader? Share pendapat Anda di twitter dengan mention @ngaturduit

User Rating: 4.5 (2 votes)
Sending