Inflasi VS Pertumbuhan

inflasi vs pertumbuhan

Setelah kita membahas Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi, sekarang kita membahas hubungan antara keduanya. Seperti yang Kita tahu kalau inflasi mengakibatkan peningkatan harga, sedangkan pertumbuhan biasanya menyebabkan timbulnya inflasi.

Di media sering diberitakan target pemerintah untuk inflasi 2015, misal BI menetapkan tahun ini inflasi sebesar 4% dengan deviasi +/- 1% (kalau dibawah menjadi 3% dan kalau lewat jadi 5%), sedangkan target pertumbuhan 2015, 4,7%.

Selain itu, kita juga tahu, karena inflasi, maka nilai uang melemah, misal, tahun lalu kita bisa beli daging sekilo kira-kira 95ribu, sedangkan tahun ini sekilo tidak cukup 95ribu, bisa 100ribu atau lebih. Sedangkan pertumbuhan bisa membuat nilai uang menguat, karena pertumbuhan menguat bisa menaikkan daya beli masyarakat.

Jadi, kalau target inflasi tahun ini sebesar 4% dan target pertumbuhan 4,7%, maka secara perhitungan kasar, uang ditekan 4% tapi dikuatkan 4,7%, dengan demikian hanya 0,7% uang kita menguat rata-rata dalam satu tahun. Perhitungan ini bukan perhitungan sebenarnya, karena banyak faktor yang memperlemah mata uang dan juga menguatkan. Tapi, dari sini kita jadi tahu kalau tahun ini daya beli kita tidak sebesar tahun lalu.

Lalu, apakah kita harus langsung mengecangkan ikat pinggang kita tiap ada kondisi seperti ini? Belum tentu. Kalau begitu apa yang bisa kita lakukan?

Begitu kita lihat harga-har

  1. Tinjau anggaran

ga meningkat, yang perlu kita lakuka pertama sekali adalah tinjau anggaran kita. Adakah barang yang bisa kita tunda pembeliannya jadi ke tahun depan. Kenapa tahun depan? Karena tahun depan tinggal beberapa bulan, jadi kita bisa sekaligus membuat anggaran baru, selain itu dengan berganti tahun maka akan ada revisi target inflasi dan revisi target pertumbuhan kembali oleh pemerintah. Sehingga kita bisa membuat kalkulasi kemampuan beli kita di tahun berikutnya.

Kalkulasi ini tidak harus presisi, cukup seperti perhitungan di awal, setidaknya kita dapat gambaran apa saja yang perlu kita beli di tahun berikutnya.

  1. Sesuaikan tujuan keuangan

Setelah kita tinjau anggaran kita, maka kita akan bisa dapat tujuan baru kita. Mungkin, tahun ini kita fokus pada pengurangan hutang. Sedangkan tahun depan kita fokus pada pengumpulan harta.

Ini bisa kita lakukan kalau kita sudah meninjau anggaran kita. Tapi kita harus berhati-hati agar jangan sampai tujuan baru yang kita buat malah membebani anggaran baru kita.

  1. Manajemen

Dengan tujuan yang baru, artinya kita perlu manajemen yang baru. Manajemen yang berfokus pada pengurangan hutang akan berbeda dengan manajemen yang berfokus pada pengumpulan harta. Begitu pula dengan manajemen yang berfokus pada menangani inflasi akan berbeda dengan manajemen yang berfokus pada peningkatan pertumbuhan.

Memang, kita tidak bisa mengendalikan inflasi, tapi kita bisa mengendalikan pertumbuhan ekonomi kita, bukan?

Disinilah letak manajemen keuangan diperlukan, antara berapa banyak dana untuk investasi, untuk usaha, dan untuk belanja.

  1. Fleksibel / realistis

Meski kita punya anggaran baru, tujuan baru, dan manajemen baru, yang namanya fleksibilitas tetap kita perlukan. Kenapa? Karena target inflasi dan target pertumbuhan bisa berubah ditengah jalan, maka kita juga harus siap berubah kalau terjadi revisi dikedua target ini.

Kita harus bisa mengenali perubahan secara makro ekonomi, agar kita bisa mengelola anggaran kita dengan lebih efektif dan efisien.

Jika ada yang ingin sharing pengelolaan anggaran yang efektif, silahkan share ke sini…