Impulsif Part 2: Hati-hati Saat Lapar

Lapar dan Impulsif

Lana dan Marsha duduk di sebuah restoran di pusat perbelanjaan. Setelah berputar-putar di mall, sekarang mereka kelaparan dan harus makan.

“Mbak, pesan pizzanya dua porsi, satu porsi lasagna, satu porsi pasta, sama satu buah salad ya. Terus, minta dua porsi teh hijau dingin,” kata Lana ke seorang pelayan wanita.

“Lana, kamu pesan makannya banyak banget. Kayanya aku nggak selapar itu,” kata Marsha takjub setelah mendengar seluruh menu yang dipesan oleh Lana.

“Tenang, makanan disini enak semua kok. Pasti bisa habis semua.”

Setengah jam kemudian, Lana dan Marsha kaget waktu melihat meja makan mereka yang penuh oleh seluruh pesanan. Lana nggak berani melihat Marsha, yang sekarang kelihatan marah. Ia cuma bisa melirik sambil tersenyum merasa bersalah.

“Kayanya aku memesannya agak kebanyakan, ya?”

“Agak?! Ini lebay, Lana! Super-lebay!” kata Marsha marah karena nggak habis pikir dengan tindakan Lana.

“I-iya, aku tahu. Tapi, please, jangan marah dong. Aku juga nggak tahu kenapa hari ini, aku kayak gini.”

“Kamu sudah dua kali impulsif dalam waktu kurang dari satu jam, Lana. Kamu terakhir melakukannya kurang dari satu jam yang lalu… Terus sekarang kamu ulangi lagi,” kata Marsha dengan nada kecewa.

“Nggak tahu nih. Aku kenapa ya? Tadi aku belanja barang yang nggak kurencanakan, terus sekarang aku pesan makanan sampai lebay begini,” kata Lana dengan nada menyesal dan dengan kepala yang tertunduk.

Sekali lagi, Marsha cuma bisa prihatin dengan kelakuan sahabatnya itu.

User Rating: 5.0 (1 votes)
Sending