Hemat Pengeluaran Transportasi

transjakarta

Penghematan bisa dengan mengganti sesuatu yang biasa kita gunakan yang lebih mahal dengan sesuatu yang lebih murah harganya. Bisa juga dengan menukar penggunakan fasilitas berbiaya tinggi dengan yang berbiaya rendah, atau bisa juga dengan mengurangi belanja barang impor dan lebih sering menggunakan barang-barang lokal. Barang pengganti yang memiliki fungsi sama lebih sering dinamakan barang substitusi.

Kali ini kita akan khusus membahas transportasi, yaitu menganalisa apakah menggunakan kendaraan umum lebih hemat daripada kendaraan pribadi.

Pertama, kita akan melihat keuntungan menggunakan kendaraan umum lebih sering dibanding dengan menggunakan kendaraan pribadi. Kalau membandingkan antara kendaraan pribadi dengan kendaraan umum, seperti bis misalnya, tentu sudah jelas lebih murah naik kendaraan umum. Namun kali ini kita akan membandingkan yang mungkin lebih tipis perhitungannya, yaitu kendaraan umum dengan sepeda motor.

Seringkali orang memilih untuk menggunakan sepeda motor karena lebih hemat dibanding kendaraan umum. Apakah benar demikian?

Masih ingat tulisan sebelumnya tentang Memotong Anggaran? Di situ kami menggunakan asumsi biaya transportasi angkutan umum adalah Rp.13.500 per hari, atau 270rb per bulan. Kita coba gunakan asumsi yang sama saja ya… Supaya lebih realistis, kita sebut saja namanya Amir.

Jika menggunakan kendaraan umum, biaya transportasi Mas Amir adalah Rp.270rb per bulan. Sekarang coba kita ganti biaya transport Mas Amir, dengan motor, yang kebetulan karena kebaikan hati dari calon mertua, Mas Amir dipinjamkan motor bebek dengan konsumsi bensin 50km per Liter. Kantor Mas Amir ada di daerah Monas, Jakarta Pusat, sedangkan tempat tinggalnya di daerah Semanan dekat stasiun kereta, Jakarta Barat, yang berjarak sekitar 15,5km.

Baca juga: Mengurangi Kenyamanan dengan Berhemat

Jika jalanan tidak macet, Mas Amir menghabiskan Rp.5.500 bensin per hari untuk pulang pergi kantor. Mas Amir cukup tanggap, karena tahu parkir di kawasan IRTI Monas hanya Rp3.000 per harinya, maka total ia hanya cukup mengeluarkan Rp 8.500 per hari kerja atau Rp.170rb untuk bensin dan parkir selama sebulan. Wow, hemat ya..!  Eits, tunggu dulu! Sudah hitung biaya perawatan belum? Agar motor awet, perawatan sebaiknya rutin tiap bulan dengan menghabiskan biaya 100rb per bulan. Ditambah penggantian onderdil tahunan bisa bertambah 1jt lagi atau sekitar 85rb per bulan. Jika ditotal, maka 170rb + 100rb + 85rb = Rp.355rb.

Apakah lebih murah dibanding angkutan umum?

Anda punya pengalaman penghematan seperti di atas? Silahkan share di bagian komentar ya :)

User Rating: 5.0 (1 votes)
Sending