Hedging / Melindungi Investasi

melindungi investasi

Kami sering menyebut kata hedge ataupun hedging dalam artikel-artikel tentang investasi. Lalu, apa sih sebenarnya hedge atau hedging itu?

Istilah hedge, dalam bahasa Inggris secara harfiah berarti pagar. Jadi bisa dikatakan kegiatan hedge, pada dasarnya memberi pagar (pelindung), pada apa? Pada posisi investasi, yang bertujuan untuk mengimbangi potensi kerugian/keuntungan yang mungkin ditimbulkan oleh investasi pendamping. Dengan kata lain, hedge atau pagar ini digunakan untuk mengurangi potensi kerugian yang besar. Tentu dampaknya adalah biasanya potensi keuntungan yang bisa diperoleh juga dibatasi. Hal ini sesuai pepatah lama; high risk, high gain.

Pada investasi, “pagar” ini dapat dibentuk dari berbagai jenis instrumen keuangan, antara lain; saham, ETF, asuransi, kontrak forward, swap, opsi, berbagai bentuk produk OTC dan derivatif, serta kontrak futures.

Kegiatan hedging sendiri sebenarnya sudah dilakukan sejak lama pada sektor riil, dengan catatan terlama penggunaan istilah ini pada tahun 1670. Pada zaman dahulu, dan hingga sekarang masih dipraktekkan, hedging pertama kali muncul di bidang pertanian.

Katakanlah seorang petani gandum memiliki beberapa hektar gandum yang baru mau ditanam. Petani selalu optimis dan berharap bahwa harga gandum akan bagus pada saat panen. Namun pada kenyataannya, harga gandum akan bervariasi tergantung dari musim dan cuaca. Kalau memang harganya bagus pada saat panen, maka petani akan mendapat keuntungan besar, tapi jika ternyata harganya buruk, maka keuntungannya akan kecil atau bahkan mengalami kerugian.

Lalu bagaimana caranya agar petani tadi bisa mendapatkan sedikit kepastian? Petani tersebut menjual kontrak di masa depan(futures) untuk gandum sehingga mengunci harga gandum. Isi kontraknya berupa perjanjian untuk menyerahkan sejumlah gandum ke tempat tertentu pada tanggal tertentu di masa depan untuk harga tetap tertentu. Dengan demikian petani telah melakukan lindung nilai harga gandum; ia tidak lagi memperdulikan apakah harga akan naik atau turun karena dia dijamin harga dalam kontrak. Dia tidak lagi perlu khawatir mengalami kerugian akibat harga gandum yang rendah pada saat panen, tetapi ini berarti ia juga kehilangan kesempatan untuk mendapat uang ekstra jika harga gandum tinggi pada waktu panen. Apakah dengan demikian petani PASTI aman?

Ternyata belum. Hal ini karena dampak hedging tidak selesai di situ saja. Dalam kasus petani ini, harus dicatat bahwa hedge memperkenalkan jenis lain dari risiko, yaitu ada sejumlah volume yang dijanjikan.

Jika ternyata musim tanam saat itu masuk ke dalam “tahun yang buruk”, ada kemungkinan hasil panen petani kurang dari volume yang dijanjikan. Dengan demikian, ia harus mencari gandum pengganti pada harga yang belum tentu menguntungkan untuk memenuhi kontrak futures nya. Jika ternyata harga beli lebih mahal daripada harga kontrak, otomatis petani tadi rugi untuk sejumlah volume yang harus dibeli guna memenuhi jumlah kontrak.

Yang tadinya tampaknya aman, ternyata belum tentu kan. Ini lah dunia keuangan. Sebagai investor, kita harus benar-benar memahami setiap produk dan risiko yang dikandungnya. Pada artikel selanjutnya kami akan menjelaskan beberapa jenis hedging yang biasa dilakukan investor di pasar modal.

User Rating: 4.8 (4 votes)
Sending
  • nurul fazira

    FBS Indonesia Broker Terbaik – Dapatkan Banyak Kelebihan Trading Bersama FBS,bergabung sekarang juga dengan kami trading forex fbsindonesia.co.id
    —————
    Kelebihan Broker Forex FBS
    1. FBS MEMBERIKAN BONUS DEPOSIT HINGGA 100% SETIAP DEPOSIT ANDA
    2. SPREAD DIMULAI DARI 0 Dan
    3. DEPOSIT DAN PENARIKAN DANA MELALUI BANK LOKAL Indonesia dan banyak lagi yang lainya

    Buka akun anda di fbsindonesia.co.id
    —————
    Jika membutuhkan bantuan hubungi kami melalui :

    Tlp : 085364558922
    BBM : FBSID007