Generasi Sandwich

Sandwich, biasanya terdiri dari sepasang roti tawar dengan isi sayuran, telur mata sapi, sepotong daging sapi kering, dipadu dengan selembar keju dan mayonaise. Terdengar sangat lezat bukan? Tapi bukan sandwich itu yang akan dibahas kali ini, Generasi “sandwich” yang saya maksud adalah istilah untuk sebuah generasi dimana harus menanggung biaya hidup orang tua dan disaat bersamaan menanggung biaya hidup anak-anaknya.

 

Bagaimana sebuah generasi sandwich bisa terbentuk? Hal ini dimulai dari generasi orang tua kita sebelumnya, dimana mereka tidak mempersiapkan masa pensiun atau hari tuanya dengan baik. Dapat dimaklumi karena terbatasnya informasi dan belum dikenalnya ilmu perencanaan keuangan. Hanya orang-orang pintar saja yang mengerti bagaimana cara mengatur atau mengelola keuangan mereka, dan biasanya mereka menginvestasikan uang mereka ke tanah, rumah dan bangunan.

 

Tapi tidak banyak Generasi Orang Tua kita yang beruntung memiliki cukup uang dan mengerti untuk memutarkan dana mereka. Sehingga mereka kelabakan bila perlu biaya untuk pendidikan anak, perkawinan, dan dana untuk mengisi masa pensiun mereka, sehingga ketika memasuki usia pensiun, mereka harus bergantung hidup kepada anak-anaknya.

 

Tingginya biaya hidup saat ini dan kecenderungan semakin sedikitnya jumlah anak dalam satu keluarga, membuat generasi sandwich semakin terjepit. Jika dulu jumlah anak dalam satu keluarga ada 4 sampai dengan 7 anak, sehingga ketika harus menanggung biaya hidup orang tua, akan jauh lebih ringan karena ditanggung oleh 4 atau 7 anak.  Bagaimana dengan keluarga yang anaknya hanya 1 atau 2 ? akan jauh lebih berat bagi sang anak jika orang tua tidak mempersiapkan dana pensiun.

 

Biaya hidup orang tua termasuk obat-obatan yang cukup mahal, ditambah biaya hidup pribadi serta keperluan biaya pendidikan anak-anaknya maka akan menyebabkan generasi sandwich harus mengeluarkan uang yang cukup besar setiap bulannya. Karena itu generasi ini harus berpacu dengan waktu untuk mencari pendapatan sebesar mungkin untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup. Memang dibudaya orang timur, mengurus orang tua adalah suatu keharusan dimana sebagai bukti kita berbakti pada orang tua, dan ini merupakan bukan suatu kesalahan.

 

Jadi, jika Anda memiliki tanggungan untuk memenuhi kebutuhan hidup orang tua serta biaya hidup dan pendidikan anak Anda, maka Anda termasuk kedalam generasi sandwich. Hal yang harus di perhatikan adalah, biasanya generasi ini akan memiliki kesulitan untuk dapat memberikan pendidikan terbaik untuk putra-putrinya. Jika biaya pendidikan saja sudah kesulitan apalagi untuk mempersiapkan dana pensiun. Yang akhirnya akan menjadikan anak kita nantinya kembali menjadi generasi sandwich.

 

Oleh karena itu sebaiknya sedini mungkin kita telah melakukan perencanaan keuangan, mempersiapkan dana pendidikan untuk anak sedari usia anak masih kecil, bahkan sebelum lahir supaya dana pendidikan yang harus ditabung semakin ringan. Selain itu juga cari tahu berapa besar kebutuhan dana pensiun Anda, jika sudah tahu maka hitung berapa yang harus Anda tabung sedari sekarang untuk dapat mencapai dana pensiun tersebut. Jika kita sudah mempersiapkan dana pensiun, maka di masa tua nanti kita tidak akan menjadi beban untuk anak-anak, sehingga mereka dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

 

Generasi saya atau bahkan Anda merupakan generasi sandwich. Tidak ada yang salah dengan menjadi generasi sandwich sebagai wujud terima kasih kita sebagai anak kepada orangtua. Namun kita harus sadari saat ini juga bahwa kita tidak ingin generasi anak kita menjadi generasi sandwich.

 

Mada Aryanugraha, SE. RFA | @mr_mada32
CEO & Senior Advisor Ardana Consulting

Lakukan manajemen keuangan dan investasi anda dengan mudah di http://www.ngaturduit.com