Gaji Minim? Bagaimana Cara Mengelolanya?

gaji

Di internet, media cetak, media cetak online, banyak kita temukan artikel-artikel yang mengelola keuangan dengan topik mengelola gaji karyawan yang di atas 3 juta, padahal karyawan dengan gaji 3 juta dan yang ke bawah masih banyak ditemukan di Jakarta. Lalu, pertanyaanya, apakah masih bisa hidup “wajar” dengan gaji 3 juta, bahkan jika hidup di kota besar dan serba mahal seperti Jakarta? Jawabannya, bisa. Asal…, nah ini yang akan kita bahas, kata “asal…” ini penting buat mereka yang hanya bermodal 3 juta per bulan untuk tinggal di Jakarta.

Pertama yang perlu kita lakukan pada saat mendapatkan penghasilan, segera buat anggaran. Gunakan format, 50-30-10-10, 50% untuk biaya hidup, 30% untuk total hutang yang kita miliki, 10% untuk lifestyle, dan 10% yang terakhir untuk sumbangan.

Jadi, kalau gaji kita 3 juta, ini berarti, total biaya hidup kita per bulan adalah, 1.5 juta per bulan. Dari jumlah ini, coba kita bagi lagi, 40%-50% untuk makan dan ongkos, sisanya bisa kita pakai kontrakan. Nah, supaya biaya makan kita cukup dengan 600-750 ribu per bulan, kita perlu siasatin, jangan sering-sering makan di luar, kita bisa mulai belajar masak, dari yang simple aja, misal mas  ak nasi, sehingga kita bisa beli beras seliter yang cuma 8 ribuan tapi bisa buat 4-5 hari kita makan (dengan syarat hanya untuk sarapan dan makan siang, sedang makan malam kita bisa kombinasi dengan roti, dll), sedang lauk bisa kita beli, atau kalau kita bisa masak yang gampang-gampang seperti goreng tahu, tempe, dan lain lain, akan memperingan.

Untuk ongkos, jangan kita pakai kendaraan pribadi. Gunakan transportasi yang benar-benar massal, seperti busway atau commuter, sehingga menekan biaya, dan carilah kontrakan atau kost-kost an yang berada dekat halte atau stasiun, sehingga kita bisa jalan kaki ke sana, tambah sehat kitanya.

Tadi, ada hutang yang kita maksimal kan 30% per bulan, artinya hanya 900 ribuan per bulan. Kalau kita punya kartu kredit, 900 ribuan itu artinya kita bisa belanja hingga 8 jutaan sebulan, itu pasti cukup. Ini dengan asumsi kalau kita menyicil 900 ribuan per bulan, misal kita beli TV LCD seharga 3 juta, maka cicilannya cuma 300 ribuan, mesin cuci seharga 2 juta, cicilannya baru 200 ribuan, dan kulkas yang 3 juta, cicilannya juga 300 ribuan. Bisa dapat banyak, kan?

Kalau mau lebih sehat, kurangi hutang 30% itu jadi 20% dan masukan sisanya ke investasi, sehingga format anggaran kita jadi 50-20-10-10-10. Investasi 300ribuan per bulan bisa banyak yang kita beli, bisa produk reksadana, bisa tabungan emas, dll.

Kembali ke format 50-30-10-10. Gunakan 10% pertama untuk lifestyle, dengan 300ribuan per bulan kita gunakan untuk having fun seminggu sekali sudah menyenangkan, kita bisa makan di resto atau makan di mall. Malah kalau mau having fun dengan yang lebih murah lagi, bisa makan di emperan, dengan 75ribuan seminggu sekali, bisa dapet yang mewah untuk kelas emperan, hahaha… :D

Atau, kita bisa gunakan untuk healthy lifestyle, 300ribuan per bulan untuk nge-gym, bisa bikin badan ke kita berbentuk, murah tapi bisa bikin sixpack, siapa tahu bisa dapat tawaran jadi model…

Lalu, jangan lupa, 10% terakhir, kita berikan untuk sumbangan atau kegiatan sosial lainnya, sehingga balance hidup kita.

Kalau mau lebih leluasa lagi, gunakan anggaran hutang kita jadi hutang yang bermanfaat, misal, di atas kita cerita beli kulkas seharga 3 juta, nah manfaatkan kulkas ini untuk jual makanan ringan, seperti es, dll, sehingga bisa jadi penghasilan tambahan buat kita. Tambah 1 juta saja perbulan, maka total cicilan kita per bulan sudah lepas, artinya kita gak perlu ganggu gaji kita untuk bayar cicilan, dan bisa kita gunakan untuk yang lain yang lebih bermanfaat, misal untuk biaya darurat.

Jadi??? Siapa bilang di Jakarta gak bisa hidup dengan 3 juta?

Buat mereka yang dapat penghasilan pas-pas an, jangan kuatir, selalu buat anggaran supaya bisa nikmati hidup. Jika ada yang mau share pengalaman dengan gaji nge-pas, silahkan share ke sini…