Faktor Penggerak Ekonomi

Kondisi Ekonomi ke Depan

Pada artikel yang lalu, kita sudah membahas kondisi ekonomi Indonesia dan Dunia pada kuartal I-2015.

Kali ini kami akan coba mengupas beberapa faktor yang dapat menjadi penggerak perekonomian pada kuartal-kuartal berikutnya. Apa saja itu?

1. Penyerapan anggaran

Faktor penyerapan anggaran menjadi salah satu penyebab terpuruknya ekonomi kuartal I-2015, karena belum terserap pada Januari-Maret 2015. Menurut Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, belanja baru akan efektif di bulan April, karena anggaran baru disahkan bulan Februari.

Dengan mulai efektifnya belanja anggaran pada bulan April, dampak dari penyerapan anggaran baru akan terasa pada kuartal II-2015 karena peredaran uang dari sisi pemerintah kembali dimulai, sehingga bisa menjadi penggerak perekonomian.

2. Infrastruktur
Faktor kedua yang dapat menjadi penggerak perekonomian adalah infrastruktur. Sejak awal tahun Presiden Jokowi gencar melakukan groundbreaking untuk berbagai proyek jalan Tol, proyek listrik 35 ribu MW, LRT, dll. Jalan-jalan tol mempermudah akses antar daerah, listrik meningkatkan jumlah usaha kecil-menengah, ini semua dapat membuat pergerakan ekonomi yang positif.

Memang, proyek-proyek ini baru akan terasa dampaknya sekitar tahun ketiga pemerintahan Jokowi. Tapi dengan dilaksanakannya proyek-proyek ini, otomatis lapangan pekerjaan dan perputaran uang pada proyek semakin meningkat. Hal tersebut bisa menyebabkan efek domino yang positif untuk pergerakan ekonomi, bukan hanya untuk kuartal II-2015 saja, tapi hingga seterusnya.

3. Perumahan Rakyat
Presiden Jokowi belum lama ini mencanangkan membangun 1 juta unit rumah rakyat, yang difokuskan pada daerah-daerah luar Jakarta. Walau fokus luar Jakarta, bukan berarti Daerah koh Ahok tidak kebagian. DKI juga ikut serta dalam proyek 1 juta rumah rakyat ini.

Apa dampaknya bagi ekonomi? Mirip dengan infrastruktur, dana pada proyek meningkat. Jumlah rumah yang dibeli bisa juga menunjukkan tingkat daya beli masyarakat, apakah baik atau tidak.

4. Ekonomi Maritim
Salah satu program Nawacita Pemerintahan Jokowi adalah berdaulat di sektor maritim, yang direalisasikan dalam bentuk kementrian khusus maritim, yang sejak awal tahun gencar memerangi illegal fishing.

Kita tahu bahwa Indonesia termasuk luas daerah maritimnya, yang berarti besar potensi sumber daya kelautannya. Dengan semakin berdaulat di laut, diharapkan pada tahun-tahun kedepan, Indonesia akan semakin banyak produk unggulan ekspor hasil laut.

5. Investasi
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan realisasi investasi pada kuartal I-2015 mencapai Rp 124,6 triliun atau tumbuh sebesar 16,9%. Dari realisasi tersebut tenaga kerja yang terserap dalam tiga bulan mencapai 315.229 orang, kata Azhar Lubis, Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM.

Dengan semakin banyaknya perusahaan asing maupun lokal yang menanamkan investasi, berarti semakin besar pula lapangan pekerjaan yang terbentuk. Dan, bila lapangan pekerjaan semakin meningkat, otomatis dibutuhkan perumahan rakyat yang semakin banyak pula, sehingga ini cocok dengan proyek 1 juta perumahan rakyat.

Begitupula, dengan semakin meningkatnya investasi maka diperlukan banyak infrastruktur dan tentu saja listrik sebagai sumber daya, ini pun menjadi cocok dengan proyek infrastruktur yang sedang dilakukan.

Kesimpulan
Dari setidaknya ke-5 faktor di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa ekonomi kita akan mulai menggeliat dari kuartal II ini. Kalau begitu, sebagai investor, apa yang kira-kira bisa kita lakukan? Ini akan kita ulas pada artikel berikutnya.

Bagaimana menurut Anda mengenai kondisi ekonomi kita ke depan? Silahkan lho beri masukan di bawah…

User Rating: 5.0 (1 votes)
Sending