Empat Pertanyaan Penting Agar Keuangan Anda Sehat

sj_consultantsslider9

Siapa yang tidak tergiur dengan keuntungan dari sebuah investasi? Bisa dibilang, semua orang akan tertarik untuk mendapatkan pendapatan dari investasi, meski kadang jarang memperhatikan secara detail risiko yang bisa dihadapi.

Namun, jika Anda sudah bulat untuk melakukan investasi, sebaiknya periksa dulu kondisi kesehatan keuangan (financial check up) Anda. Financial check up biasanya dilakukan dalam waktu yang berjangka, atau saat Anda membutuhkan pengaturan baru, termasuk saat akan melakukan investasi.

Ada beberapa aspek yang harus dipenuhi saat memeriksa kondisi keuangan, aspek ini akan mengingatkan Anda dengan sebuah teori kebutuhan Maslow, dimana kebutuhan fisiologis seperti makanan dan minuman, merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi sebelum aspek di atasnya memotivasi Anda. Begitupula dengan aspek rasio yang harus Anda penuhi. Jika aspek rasio dasar tidak mampu Anda penuhi, maka rasio lainnya akan sulit didapatkan.

Berikut empat pertanyaan penting yang bisa Anda perhatikan untuk kesehatan keuangan Anda:

Sudahkah keuangan Anda terbebas dari utang konsumtif?

hi-creditcard-debt-14536564.jpg
Cek kembali, apakah Anda masih memiliki utang kartu kredit, utang kredit tanpa anggunan (KTA), dan cicilan elektronik? Itu semua termasuk ke dalam utang konsumtif.

Untuk berinvestasi, rasio yang Anda miliki sebaiknya 0 persen. Hitunglah dengan cara menjumlahkan total utang konsumtif yang Anda miliki dibagi dengan total pendapatan bulanan Anda.

Utang konsumtif menjadi aspek rasio paling awal yang harus dipenuhi karena bisa menjadi faktor paling besar penghambat Anda berinvestasi. Semakin kecil rasio utang konsumtif, maka semakin sehat kondisi keuangan Anda. Jadi, mau lunasi utang konsumstif atau menunda untuk berinvestasi?

Berapa total cicilan yang Anda miliki?

ezgif.com-optimize-7
Cicilan di sini berbeda dengan dengan utang konsumtif. Cicilan di sini bermanfaat untuk meningkatkan aset Anda ke depannya. Misalnya, cicilan KPR, motor, mobil, apartemen dan lainnya.

Anda bisa mengitungnya dengan menghitung total cicilan bulanan dibagi dengan pendapatan bulanan. Apabila rasio yang didapatkan kurang dari 30 persen, Anda masih layak untuk menjadi investor. Hal ini mengindikasikan bahwa Anda berkecukupan dana untuk membayar utang. Lain halnya jika rasio Anda adalah 50 persen, ini menandakan bahwa utang tahunan Anda lebih besar.

Lebih besar mana antara pengeluaran atau pendapatan?

women-at-computer-300x199
Dalam buku ‘Menjadi Kaya dan Terencana dengan Reksa Dana’ karya Ryan Filbert Wijaya, S.Sn, ME. Ia menyarankan untuk melihat pengeluaran pasti setiap bulannya (fixed cost) yang Anda keluarkan. Seperti tagihan bulanan (Listrik, air, gas), konsumsi makanan, biaya pendidikan, dan cicilan. Setelah itu hitung segala pendapatan, seperti pendapatan gaji, usaha, bunga deposito, dan pendapatan lainnya. Setelah itu hitung total pengeluaran dan pendapatan. Lebih besar mana pendapatan dibandingkan pengeluaran atau sama saja?

Keuangan Anda dapat dikatakan sehat, jika pendapatan lebih besar dibandingkan biaya tetap. Sisa dari total tersebut dapat Anda gunakan berinvestasi.

Berapa jumlah tabungan yang Anda miliki?

giphy
Selain tabungan, kekayaan apa yang Anda miliki? Dimana kekayaan tersebut mudah diuangkan saat Anda membutuhkannya. Hal itu disebut dengan aset likuid.

Hitunglah total aset likuid yang Anda miliki dibagi dengan total biaya tetap bulanan. Total biaya tetap bulanan, sudah Anda hitung pada pertanyaan nomor tiga. Apabila hasil rasio yang didapatkan besar, hal ini menunjukan kondisi keuangan Anda semakin baik.

Jika Anda lajang, rasio dana darurat yang harus dipenuhi adalah enam (6) artinya selama enam bulan, aset likuid yang dimiliki dapat membiayai hidup Anda. Sedangkan yang sudah berkeluarga, rasio dana darurat yang harus dimiliki adalah 12.

Sudahkah Anda memiliki asuransi jiwa?

images
Sebelum berinvestasi, sebaiknya Anda mendahulukan memiliki asuransi jiwa, investasi bisa menjadi kacau apabila sewaktu-waktu kita mengalami musibah seperti sakit, kecelakaan, atau hal yang terparah meninggal dunia. Agar investasi tetap aman dan Anda pun selamat, ada baiknya untuk melindungi diri digunakan dari sumber lain, bukan investasi.

Bagaimana, sehatkah kesehatan keuangan Anda? Satu hal yang lebih penting dari itu semua, Anda mampu mengetahui jenis pengeluaran apa saja yang termasuk pengeluaran besar, dan mampu mengendalikannya. Jika tidak mampu mengendalikan, sudah saatnya Anda mencari tambahan pendapatan.