Dokumentasikan Data Finansial Anda

Ikut berduka untuk bencana alam dan banjir yang terus melanda berbagai daerah di Indonesia saat ini. Semoga tahun ini akan berjalan dengan lebih baik. Tetap semangat ya teman-teman :)

 

Membicarakan tentang banjir dan bencana alam, ada hal penting yang harus kita ingat, yaitu dokumentasi aset kita. Ya, kita harus melindungi aset-aset finansial yang telah dimiliki. Misalnya properti, kendaraan hingga aset keuangan dan surat-surat berharga.

 

Data apa saja yang perlu kita dokumentasikan? Dalam tulisan ini saya akan mencoba menuliskan data-data finansial apa saja yang perlu Anda dokumentasikan sebagai berikut:

1. Data Pribadi
KTP (Kartu Tanda Penduduk), NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) dan Kartu Keluarga merupakan dokumen-dokumen utama yang perlu Anda lindungi.

 

2. Dokumen kredit
Satukan semua dokumen yang berkaitan dengan kredit Anda, baik KPR/KPA (Kredit Kepemilikan Rumah/Apartmen), KPM (Kredit Kepemilikan Mobil), KTA (Kredit Tanpa Agunan) hingga kartu kredit. Tips dari saya, satu map untuk tiap kredit yang diambil akan memudahkan Anda.

 

3. Dokumen asuransi
Simpan dokumen polis asuransi Anda beserta no kontak agen ataupun customer service perusahaan asuransinya. Baik untuk asuransi jiwa, kesehatan ataupun asuransi lainnya.

 

4. Dokumen aset properti
Setiap aset properti biasanya memiliki beberapa dokumen pendukung seperti akta jual beli, kuitansi pembelian, surat pelunasan kredit dari bank, sertifikat kepemilikan/SHM (Surat Hak Milik), bukti pembayaran PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) dan lain-lain sesuai jenis propertinya.

 

5. Dokumen bisnis
Bisnis pribadi, sharing ataupun penanaman modal sebagian pada bisnis pasti memiliki dokumen pendukung seperti surat ijin, bukti pajak, surat perjanjian penanaman modal dan lain-lain.

 

6. Dokumen aset keuangan
Sertifikat deposito, laporan Jamsostek ataupun DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan), bukti pembelian reksa dana, kartu AKSes KSEI untuk kepemilikan saham, bukti pembelian saham hingga surat utang ataupun obligasi.

 

7. Dokumen daftar aset
Jangan lupa untuk secara rutin menuliskan semua aset dan utang Anda dalam 1 dokumen. Pendataan secara berkala juga akan berfungsi sebagai financial check up sederhana yang akan memudahkan Anda dalam mengenali status finansial terkini.

 

Banjir dan bencana alam bisa menghancurkan kertas dalam sekejab. Karenanya Anda perlu memastikan bahwa semua dokumen finansial penting tersimpan dengan rapi dan aman.

 

Berikut beberapa tips penyimpanan dokumen finansial:

 

1. Selalu tempatkan dokumen asli Anda di tempat yang aman dan terlindung, misalnya dalam safety deposit box di bank.

 

2. Buatlah copy atau salinan dokumen-dokumen Anda, dan letakkan di tempat yang lebih mudah dijangkau, misalnya dalam lemari terkunci.

 

3. Scan s emua dokumen Anda dan simpanlah di email ataupun virtual storage yang aman di Internet, seperti dropbox, google document atau yang lainnya. Pastikan keamanannya dengan proteksi password yang tidak mudah ditebak dan tanpa pilihan sharing untuk folder tempat dokumen tersebut.

 

4. Susun dengan rapi berdasarkan tiap jenis aset. Misalnya 1 map atau folder untuk tiap properti atau reksa dana yang berbeda.

 

Dengan dokumentasi yang rapi dan aman, Anda telah melakukan langkah pertama menuju tercapainya tujuan finansial di masa depan :)

 

Fitri Oktaviani ( Associate Planner )

ZAP Finance
Gedung Menara Prima lantai 26D
Jl. Lingkar Mega Kuningan
Jakarta 12950
Telp. (021) 5794-8059
Fax. (021) 5794-8057
Twitter: @zapfinance
Email: info@zapfin.com

 

Lakukan manajemen keuangan dan investasi dengan mudah di http://www.ngaturduit.com