Ketika kami menyarankan kepada klien kami untuk menyiapkan dana pensiun, mereka terutama yang masih berusia muda, sebagian besar beranggapan belum perlu karena masa pensiun masih lama. Padahal jika dipikirkan kembali dana pensiun sangat penting untuk mempersiapkan biaya hidup yang cukup pada masa pensiun nanti.

 

Coba Anda sejenak berpikir mengenai kondisi kebanyakan pensiunan di Indonesia, sedikit sekali pensiunan di Indonesia yang dapat menikmati hidupnya minimal sama dengan kondisi dimana saat mereka masih bekerja. Oleh karena itu kebanyakan generasi muda yang produktif usia kira-kira 25-35 tahun di Indonesia disebut berada pada ‘generasi sandwich’ yang terjepit diantara ‘2 potong roti’, mereka bertanggung jawab pada 2 (dua) generasi yaitu generasi di atas (orang tua), dan generasi di bawah (anak-anak). Untuk itu kami selalu menyarankan klien kami untuk dapat mulai mempersiapkan dana pensiun mereka sesegera mungkin agar nantinya generasi anak-anak mereka (hopefully) hanya perlu bertanggung jawab pada satu generasi yaitu generasi di bawahnya (anak-anak), karena orang tua mereka sudah siap menghidupi masa pensiun mereka sendiri.

 

Berikut adalah gambaran bagaimana mulai menyiapkan dana pensiun. Pertama Anda harus memahami konsep future value atau biaya hidup di masa yang akan datang. Anda percaya gak bahwa jika saat ini jika di usia 30 tahun biaya hidup Anda adalah 10 juta Rupiah per bulan maka pada saat pensiun nanti di usia 55 tahun, biaya hidup tersebut akan menjadi sebesar 108 juta Rupiah per bulan? (asumsi inflasi 12%). Ini nyata, karena faktor inflasi atau kenaikan harga-harga barang tidak dapat dihindari. Sehingga jika masa hidup pensiun selama 20 tahun (sampai dengan usia 75 tahun), maka Anda membutuhkan persiapan dana pensiun sebesar 36 miliar Rupiah. Anda gak perlu kaget dengan angka ini karena dana tersebut dapat dipersiapkan dengan investasi yang benar. Salah satu prinsip investasi adalah “sooner better”, semakin cepat dimulai maka semakin baik, karena semakin panjang waktu investasi semakin kecil jumlah investasi yang harus dikeluarkan.

 

Pertanyaan selanjutnya, apakah instrumen investasi yang sebaiknya digunakan? Jika dilakukan konvensional dengan cara menabung, maka kita perlu menabung sebanyak 82 juta Rupiah per bulan, jumlahnya sangat besar dan tentunya tidak tepat guna karena tabungan lebih untuk kebutuhan jangka pendek, dan akan tergerus inflasi (bunganya jauh lebih kecil daripada inflasi). Dengan asumsi kondisi yang di atas tadi, kami akan menyarankan berinvestasi pada instrumen yang lebih moderate atau agresif untuk dapat mencapai angka 36 miliar Rupiah pada saat pensiun, membutuhkan investasi rutin sebesar kurang lebih 1,5 juta Rupiah per bulan (asumsi return 25% per tahun). Anda ingat ya.. perhitungan diatas hanyalah contoh. Setiap individu akan memiliki perbedaan hasil Dana Pensiun yang perlu disiapkan dan jumlah investasi yang harus disisihkan (bulanan, tahunan atau lump sum) karena terkait dengan berbagai faktor.

 

Jika Anda membutuhkan bantuan dalam mempersiapkan Dana Pensiun, silahkan menghubungi kami. Kami siap membantu .

 

Dengan hormat,

 

Tim NgaturDuit.com

email: contact@ngaturduit.com

twitter: http://twitter.com/ngaturduit

 

Disclaimer:

Segala opini, kesimpulan dan informasi lain yang terdapat di dalam tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis dan belum tentu mewakili pendapat atau pandangan NgaturDuit.com

 

Isi dari tulisan ini tidak dimaksudkan sebagai saran untuk membeli atau menjual produk keuangan mana pun. Semua transaksi yang dilakukan merupakan tanggung jawab masing-masing.