Cashflow part 1: Surplus vs Defisit

Kita tentu sudah tidak asing dengan pribahasa “lebih besar pasak daripada tiang”, yaitu saat pengeluaran lebih besar dari pemasukan atau yang dinamakan dengan defisit. Defisit sebenarnya merupakan persoalan yang bisa menimpa siapa saja. Sebagai jalan keluar yang paling mudah orang biasanya mengandalkan utang untuk menutup kekurangan itu. Tetapi kalau defisit terus menerus maka tujuan keuangan kita tanpa kita sadari adalah terjerat utang yang semakin menumpuk. Kita tentu tidak ingin hal tersebut terjadi. Karena itulah diperlukan kemampuan untuk menata arus keuangan (pendapatan dan pengeluaran) dengan benar.

 

Hanya ada dua cara untuk menghindari defisit dan mencapai surplus. Cara yang pertama adalah dengan meningkatkan pendapatan. Kalau dengan cara pertama belum sanggup maka cara kedua adalah dengan menekan pengeluaran. Yang harus selalu diingat, pengeluaran pada hari ini bukan hanya untuk membayar biaya hidup hari ini saja, tapi juga untuk membayar biaya hidup di masa yang akan datang. Anda harus mulai sadar sejak sekarang bahwa kebutuhan hidup di masa mendatang sangatlah mahal, karena adanya inflasi.

 

Pahami tujuan dan manfaat pengeluaran tersebut. Kalau memang dibutuhkan, cari tahu apakah pendanaan mencukupi dan apa resikonya terhadap keuangan. Perbedaan antara kebutuhan dan keinginan sangatlah tipis :)

 

Lakukan pencatatan pengeluaran secara reguler. Dengan mencatat, kita jadi bisa mendeteksi apa yang disebut dengan istilah bocor halus. Yang dimaksud dengan bocor halus adalah pengeluaran kecil tetapi rutin dan bisa membahayakan keuangan keluarga. Pengeluaran yang tidak tercatat inilah yang biasanya menjadi sumber defisit. Misalnya pengeluaran untuk transportasi seperti bensin, tol dan parkir. Sumbangan pernikahan juga bisa menjadi pengeluaran bocor halus.

 

Melalui NgaturDuit.com, anda bisa dengan mudah mencatat pengeluaran. Semua pengeluaran akan disimpan dalam kategori sehingga memudahkan anda untuk menganalisa pengeluaran bulanan maupun tahunan. History transaksi uang masuk dan keluar juga bisa diexport ke dalam bentuk csv (excel) atau pdf.

 


Dengan hormat,

Tim NgaturDuit.com
email: contact@ngaturduit.com
twitter: @ngaturduit