Cara Mudah Belajar Berinvestasi

belajar cari duit - NgaturDuit

Bisa dikatakan bahwa investasi merupakan pengelolaan modal untuk mendapatkan sejumlah keuntungan. Gagal atau berhasilnya sebuah investasi tidak hanya mengandalkan faktor keberuntungan. Anda harus memperhitungkannya secara cermat dan melewati berbagai proses pembelajaran. Ya, Anda harus mulai Belajar Berinvestasi!

Bagaimana caranya? Anda bisa mulai dengan informasi dasar yang kami tampilkan berikut ini:

Pelajari Instrumen-Instrumen Investasi

pelajari

Hal penting yang harus dilakukan jika ingin berinvestasi adalah mempelajari terlebih dahulu apa saja instrumen-instrumen investasi yang ada dan bagaimana kelebihan dan kekurangannya.

1. Emas/Logam Mulia

Emas adalah logam mulia yang memiliki nilai tukar yang cukup tinggi dan merupakan salah satu instrumen investasi pilihan karena nilainya terus meningkat setiap tahun antara 15-20%.

Selain karena sifatnya yang liquid atau bisa dicairkan sewaktu-waktu, investasi emas juga memiliki tingkat risiko yang rendah karena konsistensi daya belinya tinggi, nilainya stabil, dan tidak terpengaruh oleh inflasi. Hanya saja Anda harus berhati-hati jika menyimpan emas tidak di lokasi khusus karena rentan dicuri.

2. Bisnis/Waralaba

Mengembangkan uang lewat jalan bisnis—baik produk barang maupun jasa—mampu memberikan kenaikan nilai modal secara signifikan. Peluang keuntungan investasi ini tidak terhingga tergantung kreativitas dan kemampuan Anda dalam mengelolanya.

Namun demikian risiko yang mungkin dihadapi adalah kerugian yang bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan nilai modal.

3. Properti

Properti, seperti misalnya, lahan di lokasi strategis atau rumah sewa, merupakan salah satu instrumen investasi yang menjanjikan kenaikan nilai aset yang tinggi karena harganya meningkat seiring meningkatnya nilai inflasi.

Investasi ini hampir tidak memiliki risiko, namun untuk memulainya Anda membutuhkan modal yang amat besar. Selain itu, aset ini tidak cukup liquid. Anda tidak akan mudah mencairkannya jika sewaktu-waktu membutuhkan uang. Karena menjual properti bukanlah hal yang bisa dilakukan dengan segera.

4. Forex/Jual Beli Valuta Asing

Forex merupakan investasi dengan cara membeli sejumlah mata uang asing di pasar uang untuk kemudian diperdagangkan kembali untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual atau belinya.

Pekerjaan ini bisa dilakukan di rumah dengan mengandalkan perangkat komputer dan jaringan internet. Nilai keuntungan dari investasi ini sangat fluktuatif, tergantung kemampuan Anda membaca pasar. Untuk itu Anda harus pandai mencari perusahaan pialang yang terpercaya agar terhindar dari kerugian.

5. Saham

Berinvestasi pada saham dapat dilakukan dengan cara membeli surat berharga yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan sebagai bentuk kepemilikan atas perusahaan tersebut.

Dengan membeli saham, Anda memiliki andil kepemilikan perusahaan dan berhak mendapatkan keuntungan berupa bunga dan laba/dividen yang diperoleh dari peningkatan harga sahamnya.

Potensi keuntungan dari investasi saham cukup besar. Namun demikian tingkat risikonya pun yang cukup tinggi. Anda bisa mengalami kerugian atau bahkan kebangkrutan, jika perusahaan yang Anda tanamkan modalnya mengalami kerugian.

6. Obligasi

Obligasi adalah surat hutang untuk menambah modal sebuah perusahaan/badan usaha. Jika Anda membeli obligasi sebuah perusahaan, maka perusahaan tersebut berutang pada Anda dan harus membayar pokok utang beserta bunganya di jangka waktu yang telah ditentukan.

Melalui investasi ini Anda dapat memperkirakan besaran keuntungan yang akan diterima, sebab bunga yang diberikan konsisten antara 7-8%. Obligasi bisa digunakan sebagai agunan kredit bank, dan tidak terpengaruh oleh inflasi.

Risiko obligasi terletak pada akuntabilitas perusahaan. Jika Anda tidak cermat, bisa saja perusahaan tersebut bermasalah dan akan mengalami likuiditas.

7. Reksa Dana

Pada investasi ini, Anda memercayakan dana Anda pada perusahaan reksa yang bertugas mengumpulkan dana investor untuk nantinya diinvestasikan kembali ke berbagai portofolio, seperti saham, obligasi, dsb.

Keuntungan investasi ini, selain Anda bisa menjadi investor tanpa dana yang besar, prosesnya pun mudah dan efisien, karena perusahaan reksa dana lah yang nantinya akan bekerja memutar uang Anda.

Risiko investasi ini sangat bergantung pada kinerja perusahaan. Untuk itu pilihlah perusahaan dana reksa yang terpercaya yang terbukti bisa mengolah dana investor dengan baik.

8. Unit Link

Prinsip kerja unit link tidak jauh berbeda dengan reksa dana, hanya saja pada instrumen ini ada unsur asuransinya, sehingga tidak hanya memberikan keuntungan investasi namun juga manfaat proteksi.

Kelemahan investasi ini adalah munculnya biaya-biaya tambahan asuransi yang jika Anda tidak cukup jeli dengan besaran dan aturannya maka bisa merugikan.

Strategi Berinvestasi

Jika Anda sudah mengetahui jenis-jenis investasi beserta segala risikonya, Anda sudah mulai bisa berstrategi untuk mulai berinvestasi, yaitu dengan memperhitungkan beberapa hal seperti:

  • Besaran modal yang Anda miliki
  • Jangka waktu investasi yang akan Anda capai, dan
  • Jenis risiko yang berani Anda hadapi. Hal ini berkaitan dengan karakter atau gaya berinvestasi Anda, yaitu apakah Anda seorang risk taker yang senang berspekulasi dan bermain dengan risiko, atau seorang safety player yang mengutamakan kemanan.

Demikian tadi beberapa hal yang harus Anda ketahui jika ingin Belajar Berinvestasi. Semoga bermanfaat dan selamat berinvestasi.