Cara Menjadi Investor Saham

Beberapa waktu lalu, ada yang meminta kami, melalui Twitter, untuk dituliskan artikel mengenai apa itu saham dan bagaimana cara berinvestasi dalam saham.

Memulai berinvestasi di pasar modal, atau yang sering disebut orang dengan ‘main saham’ kini adahal sesuatu yang mudah dilakukan. Catatan: saya sebenarnya kurang sreg dengan istilah ‘main saham’ karena mindset ‘main’ berarti tidak serius, tapi ini untuk pembahasan lain kali saja :)

Nah, invest atau trading saham sekarang sudah sangat mudah dengan adanya online trading karena tinggal “klik”, transaksi terjadi. Semua di bawah kendali anda. Ditambah dengan setoran awal atau modal yang lebih terjangkau, berkisar Rp 5 juta – Rp 10 juta. Namun ingat.. Kami tidak pernah bosan untuk menyampaikan bahwa pada dasarnya semua pilihan investasi mengandung peluang keuntungan di satu sisi dan potensi kerugian atau resiko di sisi lain. Kuncinya adalah memahami dan mengurangi resiko tersebut dengan informasi dan mengasah kemampuan supaya kerugian dapat diminimalisir.

Memilih saham sebenarnya gampang-gampang susah. Gabungan antara science dan art :)

Langkah pertama, pilih sektor yang performanya bagus. Ada sembilan sektor di Bursa Efek Indonesia, yaitu: Pertanian, Pertambangan, Industri Dasar, Aneka Industri, Konsumsi, Properti, Infrastruktur, Keuangan, Perdagangan dan Jasa, dan Manufaktur. Kedua, perhatikan Indeks lainnya sebagai pertimbangan seperti LQ 45, yang merupakan 45 saham yang paling likuid dan memiliki nilai kapitalisasi paling besar, Indeks Kompas100 yang memuat 100 saham unggulan, Indeks JII yang terdiri atas 30 jenis saham yang dipilih dari saham-saham yang sesuai dengan syariah Islam.

Coba lihat contoh berikut:

Sektor vs IHSG - 02 Jan 2014

Chart ini menggunakan Online Trading dari PT. HD Capital Tbk. Untuk mendapatkan akses ke Online Trading PT. HD Capital Tbk secara gratis, login ke http://www.ngaturduit.com dan akses menu Investasi > Trading Saham

Contoh di atas adalah IHSG (garis putih) dibandingkan dengan beberapa sektor (Agri, Mining, Finance, Infrastruktur, Properti). Dari grafik, jelas sektor yang mengalahkan performa IHSG ada 2, yaitu Agri dan Mining. Selanjutnya tinggal lakukan hal yang sama untuk membandingkan saham-saham dari sektor Agri maupun Mining. Anda akan menemukan bahwa performa saham dengan kapitalisasi terbesar di sektornya (Blue Chip) adalah yang paling mirip dengan pergerakan performa sektor. Namun perhatikan saham-saham 2nd liner (jika ada) yang performanya mengalahkan Blue Chip. Dari situ sudah dapat saham defensif (blue chip) dan saham growth (2nd liner)*. Tinggal balik lagi ke tingkat toleransi risiko anda :)

Sekarang bagian seninya… Kenapa seni? Karena interpretasi tiap orang bisa berbeda :)

Setelah beberapa saham menjadi pilihan, teliti saham tersebut lebih jauh dengan menggunakan Analisa Fundamental, yang memberikan gambaran tentang perusahaan dalam hal laporan keuangan dan kesehatan perusahaan. Hasil analisis ini mengarahkan harga saham perusahaan dan prediksi pergerakan harga saham, proyeksi kinerja perusahaan ke depannya. Analisa Fundamental ini juga menjawab pertanyaan “Berapa harga pantas sebuah saham?”. Analisa Fundamental tentu berguna untuk menentukan apakah harga saham sekarang mahal atau murah.

“Tapi saya ingin beli saham semurah-murahnya!” Untuk hal tersebut, ada Analisa Teknikal, yang merupakan teknik menentukan kapan saham harus dibeli, kapan realisasikan keuntungan dan kapan membatasi kerugian. Grafik/Chart saham di atas adalah bentuk presentasi dari analisa teknikal yang menggambarkan pergerakan harga saham dalam suatu rentang waktu tertentu.

“Apakah kita bisa untung dengan belajar Fundamental atau Teknikal saja?” Jawabannya, bisa! Semua tergantung kita. Seberapa banyak kemampuan kita untuk belajar, seberapa banyak waktu yang bisa disisihkan untuk melakukan analisa, dan seberapa puasnya kita terhadap return yang didapatkan. Setahun berharap gain 10%, 20%, 40%, 100%, 150%? Tidak mustahil kok.

Anda dapat menemukan banyak sekali buku dan materi di Internet yang menjelaskan mengenai Analisa Fundamental dan Teknikal agar bisa mulai mempelajari dan ikut serta menjadi bagian dari Pasar Modal Indonesia. Kondisi Pasar Modal kita saat ini belum terlalu kuat karena secara persentase porsi investor dalam negeri masih sedikit sehingga tidak heran jika investor asing keluar masuk dapat menyebabkan bursa kita naik turun. Sudah saatnya investor lokal mengambil alih kendali atas pasar kita sendiri.

Namun perlu diingat… Sebagai investor, kita harus bijak dan tetap konsisten dengan tujuan keuangan yang sudah dibuat agar jangan sampai jika terjadi kerugian karena ‘coba-coba’ yang akhirnya mengganggu tujuan keuangan yang penting bahkan lebih buruk lagi jika sampai terlilit hutang dan tetap lakukan dengan porsi waktu yang benar agar tidak mengganggu kehidupan sosialisasi anda jika anda seharian tidak beranjak dari layar monitor karena saham.

Selamat Belajar dan Berinvestasi Saham!

* Tips: jika Anda ingin invest di Reksadana saja, cukup sampai di sini. Pilih MI yang portfolionya terdiri dari saham-saham dari sektor yang mengalahkan IHSG.

 

Dengan hormat,

Tim NgaturDuit.com
email: contact@ngaturduit.com
twitter: @ngaturduit

 

Disclaimer:
Isi dari tulisan ini tidak dimaksudkan sebagai saran untuk membeli atau menjual produk keuangan mana pun. Semua transaksi yang dilakukan merupakan tanggung jawab masing-masing.

  • nurul fazira

    FBS Indonesia Broker Terbaik – Dapatkan Banyak Kelebihan Trading Bersama FBS,bergabung sekarang juga dengan kami trading forex fbsindonesia.co.id
    —————–
    Kelebihan Broker Forex FBS
    1. FBS MEMBERIKAN BONUS DEPOSIT HINGGA 100% SETIAP DEPOSIT ANDA
    2. SPREAD DIMULAI DARI 0 Dan
    3. DEPOSIT DAN PENARIKAN DANA MELALUI BANK LOKAL Indonesia dan banyak lagi yang lainya

    Buka akun anda di fbsindonesia.co.id
    —————–
    Jika membutuhkan bantuan hubungi kami melalui :

    Tlp : 085364558922
    BBM : D04A8185