Cara Mengurangi Penyesalan

menyesal

Dalam mengambil keputusan,  biasanya kita sering kali menyesali  keputusan tersebut dikemudian hari. Dan, kadangkala, penyesalannya masih sering diingat. Walaupun mungkin keputusan yang salah tersebut sudah diambil bertahun-tahun yang lalu. Bisa jadi kita salah ambil keputusan saat sedang berbelanja atau salah berinvestasi atau salah ambil posisi.

Di artikel kali ini, kita akan coba bahas beberapa tips untuk mengurangi rasa penyesalan kita. Tips ini bisa berlaku saat kita berbelanja, investasi atau apapun aktifitas keuangan kita.

  1. Dapatkan Informasi

Jaman sekarang sering disebut era digital, era informasi, dimana banyak informasi dengan mudah kita dapatkan. Maka sebelum mengambil keputusan lakukan information gathering, atau pengumpulan informasi sebanyak-banyaknya sangat-sangatlah penting.

Kalau mau berbelanja, cari informasi produk yang akan kita beli, sebanyak-banyaknya, ini berlaku dengan produk-produk yang baru bagi kita. Mulai dari informasi harga, jenis barang, kualitas, dll. Dari informasi-informasi ini, kita bisa tahu apakah barang yang kita beli termasuk barang murah atau tidak, terutama bila dibandingkan dengan kualitas yang kita dapatkan.

Kalau mau berinvestasi, informasi cara, produk, siapa yang mengelola dan ke mana dana kita di tempatkan, sangat penting untuk kita ketahui, agar tidak mudah terpengaruh iming-iming pendapatan besar dengan resiko kecil, karena dalam investasi berlaku hukum, “high risk – high return”.

  1. Buat Perencanaan

Setelah mengumpulkan informasi yang banyak, dan sebelum berbelanja, atau mau berinvestasi, penting buat perencanaan. Rencanakan apa saja yang mau dibelanjakan, supaya mengurangi biaya dadakan karena melihat barang yang diinginkan tapi tidak perlu, setidaknya untuk saat itu. Kalau mau berinvestasi, rencanakan jumlah dana yang mau kita tempatkan, dan ke produk apa saja kita tempatkan dana kita.

  1. Buat Plan B

Apapun rencana yang kita buat, ada baiknya selalu memiliki plan B, malah tidak menutup kemungkinan plan C dan D. Artinya, kita biasakan untuk mudah beradaptasi, jika ada sesuatu yang menghalangi atau menghambat rencana utama kita. Misal, ketika mau beli Kulkas dengan kapasitas tertentu, ternyata barangnya sedang tidak ada, maka kita bisa masuk ke plan B kita, misal kita tukar dengan beli TV. Tapi ingat, harus kita bedakan punya berbagai plan dengan belanja dadakan, kita punya plan A dan B jika kita punya dua atau tiga kebutuhan yang perlu kita penuhi tapi dana kita terbatas. Seperti tadi, mungkin bulan ini kita punya kebutuhan antara kulkas dan tv, tapi karena tidak sanggup beli keduanya, maka kita jadikan kulkas plan A dan tv sebagai plan B.

Kalau belanja dadakan, biasanya kita berbelanja karena keinginan yang muncul saat berada di tempat belanja. Kita saat ini mungkin tidak butuh beli tv, tapi karena kulkas tidak ada, dan ada diskon besar untuk tv, kita tiba-tiba berubah haluan.

Begitupun untuk investasi, biasakan punya plan A dan B sebelum memulai investasi, agar bisa segera beradaptasi, apalagi dengan kondisi ekonomi yang berubah-ubah seperti sekarang ini.

  1. Istirahat

Dalam setiap aktifitas, jangan lupa untuk istirahat. Istirahat di sini tidak selalu fisik kita, tapi juga dompet kita. Artinya, sediakan setidaknya 1-2 bulan tidak berbelanja apapun yang sifatnya bukan kebutuhan rutin.

Kita tiap hari butuh makan, butuh transportasi, tapi tidak tiap hari kita perlu ganti sendok, atau tiap hari ganti mobil, bukan?

Begitu juga dengan berinvestasi, khususnya yang sifatnya bertransaksi seperti saham, forex atau komoditi. Sediakan setidaknya 1-2 bulan untuk tidak melakukan bertransaksi, supaya pikiran dan lagi-lagi dompet kita relaks, malah untuk waktu-waktu tertentu bisa berbulan-bulan tidak transaksi.

Sering salah melakukan transaksi akan lebih parah dibanding dengan belanja dadakan. Maka istirahat atau beri jeda sangat penting.

  1. Kelola Resiko

Mengelola resiko, bukan hanya perlu untuk berinvestasi, tapi juga untuk kita yang hobi berbelanja. Dalam investasi, resiko yang bisa terjadi adalah kehabisan dana atau bahkan berhutang demi bertahan dalam transaksi tertentu. Begitu juga dalam berbelanja, kita bisa punya resiko kehabisan dana atau berhutang demi dapat barang tertentu.

Maka mengelola resiko resiko tersebut sangat berguna untuk meminimalisir kerugian dan memperbesar keuntungan. “High risk – high return” bukan hanya berguna untuk aktifitas investasi tapi juga berbelanja atau berbisnis sekalipun.

Indonesia punya pepatah, “tak ada gading yang tak retak”, tapi dengan kemajuan teknologi dan kecerdasan manusia, kita bisa memperbaiki retak tersebut, bahkan bisa hingga tidak terlihat retaknya.

Tips-tips di atas cukup disesuaikan dengan aktifitas keuangan kita. Dan bagi mereka yang mau berbagi tips lainnya agar tidak menyesal, silahkan share ke sini…