BPJS – Asuransi Kesehatan untuk Semua

bpjs

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) adalah program pemerintah yang menjamin bahwa seluruh masyarakat Indonesia yang sakit dapat segera ditangani dan tidak ada yang terlantar dengan alasan tidak memiliki biaya untuk berobat. Melalui JKN, munculah perusahaan bernama BPJS (Badan Penyelengaraan Jaminan Sosial) yang dahulu bernama Askes , yang juga menjadi nama asuransi social.

Berbeda dengan perusahaan asuransi kesehatan swasta, BPJS menyelengarakan asuransi bersifat social dengan pembayaran premi yang sangat terjangkau dengan layanan kelas 3, kelas 2 dan kelas 1. Yang membedakan hanya layanan non medis seperti kamar untuk rawat inap, sedangkan obat yang digunakan sama.

Ada beberapa hal yang membedakan BPJS dengan asuransi kesehatan swasta, yaitu:

  1. Premi. BPJS dengan premi yang terjangkau sedangkan asuransiu kesehatan swasta preminya lebih tinggi.
  2. Rujukan. BPJS menggunakan prinsip rujukan agar tidak terjadi penumpukan pasien di rumah sakit. Pesakit harus mendatangi fasilitas kesehatan pertama seperti puskesmas dan klinik terlebih dahulu. Jika diperlukan maka akan dirujuk ke rumah sakit. Namun jika dalam keadaan darurat, boleh langsung mendatangi rumah sakit. Pemegang polis asuransi swasta bisa langsung ke rumah sakit tanpa melalui rujukan.
  3. Sistem Klaim. BPJS hanya menerima klaim dari fasilitas kesehatan, tidak menerima klaim dari perorangan. Oleh karena itu pasien tidak dikenakan biaya lagi asalkan mengikuti prosedur BPJS. Berbeda di asuransi kesehatan swasta yang bisa mengklaim asuransi secara perorangan.
  4. Limit. BPJS menggunakan system INA-CBGs yang merupakan sistem tarif paketan yang ditentukan untuk perawatan seseorang dirawat sampai sembuh. Sedangkan asuransi kesehatan swasta berbasis fee for service, mengikuti tarif normal yang dimiliki rumah sakit.
  5. Indikasi Medis. BPJS berlaku digunakan jika ada indikasi medis dengan sistem rujukan. BPJS juga mengcover jenis-jenis penyakit yang di asuransi tambahan pada asuransi jiwa asalkan ada indikasi medis yang sesuai prosedur. Asuransi kesehatan swasta hanya mengcover seandainya rawat inap dan rawat jalan, tidak termasuk pengobatan penyakit kritis sampai sembuh.
  6. Rawat Jalan dan rujuk balik. BPJS juga menanggung biaya rawat jalan asalkan mengikuti prosedur. Rawat jalan untuk BPJS tidak harus di rumah sakit, bisa dilakukan di puskesmas atau klinik jika memang kondisi pasien tidak memerlukan perawatan intensif. BPJS juga menggunakn sistem rujuk balik, yaitu pelayanan kesehatan yang diberikan kepada penderita penyakit kronis dengan kondisi stabil dan masih memerlukan pengobatan jangka panjang yang dilaksanakan di Faskes Tingkat Pertama. Asuransi kesehatan swasta yang memberikan fasilitas rawat jalan bisa juga langsung melakukan rawat jalan di rumah sakit namun tentu premi Asuransi kesehatan swasta yang memberikan fasilitas rawat jalan akan cukup besar.

Baik BPJS maupun asuransi kesehatan swasta memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing sehingga akan lebih optimal jika dikombinasikan. Karena itu ada program kerja sama antara perusahaan asuransi swatsa dan BPJS Kesehatan yang disebut Coordination of Benefit (COB). Asuransi swasta yang bekerja sama dapat membayarkan kekurangan biaya seandainya peserta BPJS meminta kenaikan fasilitas, misalnya minta naik dari kelas 1 menjadi kelas VIP. Namun demikian, pasien tetap harus mengikuti prosedur BPJS Kesehatan sehingga tidak bisa langsung ke rumah sakit, kecuali keadaan gawat darurat. Oleh karena itu, marilah kita lebih pintar dalam memilih kombinasi asuransi swasta dengan BPJS Kesehatan agar kesehatan kita lebih terjamin.

Oya, berikut adalah beberapa FAQ Asuransi Kesehatan yang sering ditanyakan:
Q1: Asuransi kesehatan yang mahal preminya pasti fasilitas bagus ya?
A1: Tidak juga, tergantung jenis manfaat asuransi kesehatan yang diambil.

Q2: Jika tidak ada klaim sayang donk preminya hangus, lebih baik beli yang dapat cashback jika tidak ada klaim?
Q2: Coba bandingkan fasilitas antara yang memberikan cashback dengan yang tidak memberikan.

Q3:Asuransi kesehatan yang memberikan fasilitas diskon dan tiket nonton setiap bulan, adalah asuransi yang kurang bagus?
A3: Belum tentu, coba perhatikan manfaat yang diberikan jika tetap dipertahankan. Pemberian diskon dan tiket nonton bisa saja hanya strategi marketing perusahaan asuransi, namun tidak akan berpengaruh sekali pada manfaat yang akan diterima.

Q4: Saat ini ada pembelian asuransi via online, preminya pasti lebih murah kan? Dibandingkan via agen asuransi dan telemarketing
A4: Mungkin dikarenakan tidak perlu membayar komisi agen asuransi, namun pembelian asuransi via online perlu tetap teliti dan membaca syarat dan ketentuan polis asuransi.

Q5: Paramedis di puskesmas dan klinik yang bekerjasama di BPJS kurang bagus, lebih bagus di rumah sakit saja langsung kan?
A5: Tidak. Belum tentu paramedis di puskesmas dan klinik kalah kompetensi nya dibanding dengan yang di rumah sakit.

User Rating: 4.7 (3 votes)
Sending