Boleh Cicil atau Harus Tunai?

Berbelanja hampir kita lakukan setiap hari, baik di restoran, supermarket dan minimarket. Berbagai penawaran yang diberikan bank rekanan di restoran dan supermarket seperti promo cashback, diskon sampai cicilan.

Jika berbelanja tunai kita membayar dengan uang dan mendapatkan barang yang diinginkan. Sedangkan kalau kredit dengan fasilitas cicilan, tanpa harus memiliki uang yang banyak kita bisa memiliki dan menggunakan produk dengan membayar cicilan setiap bulannya. Dengan adanya promo cicilan 0 % di merchant-merchant yang bekerja sama dengan bank, membayar dengan cicilan menjadi menarik. Misalkan dalam membeli gadget, dengan adanya promo cicilan 0% selama 12 bulan, handphone, laptop dan tablet bisa kita gunakan dahulu sebelum membayar dengan lunas. Tapi pastikan saat memilih pembayaran dengan cicilan, sanggup membayar dan cicilan bulanan secara keseluruhan (termasuk cicilan yang sudah ada sebelumnya) tetap di bawah 30%.

Tips: Login ke NgaturDuit.com dan gunakan kalkulator Financial Checkup untuk melihat apakah kamu mampu membeli sesuatu dengan nilai cicilan tertentu.

Membayar dengan kredit boleh asalkan sanggup dalam membayar cicilan setiap bulan. Pastikan juga barang yang dibeli menambah produktivitas, bukan untuk keperluan konsumtif misalnya karena model terbaru dan gaya. Selain fasilitas cicilan yang bisa dimanfaatkan, terkadang ada juga fasilitas cashback yang diberikan bank penerbit kartu kredit.

Cashback yang diberikan bank bervariasi persentasinya, dari 0,5% untuk semua jenis transaksi, hingga 5% lebih untuk transaksi di merchant tertentu. Namun pastikan semua belanjaan dengan kartu kredit dibayar lunas (full payment). Memang bunga kartu kredit per bulan kecil namun dikenakan pada jumlah tagihan seluruhnya bukan pada sisa tagihan.

Akhir kata, jika ditanya lebih baik mencicil atau tunai, tentu jawabannya adalah tunai. Namun jika merupakan sesuatu yang meningkatkan produktivitas, boleh menggunakan cicilan asalkan mampu membayar cicilan dan tagihannya.