Berapa Buah Ponselmu?

ponsel

Pertanyaan di judul, bukan sekedar menanyakan berapa banyak ponsel yang kita miliki, tapi seberapa mahal ponsel yang kita miliki? Lalu, apa hubungannya dengan perencanaan keuangan? Ini yang akan kita bahas di artikel ini.

Sudah hal yang lumrah bagi kita punya ponsel lebih dari satu, bahkan bila perlu salah satu atau semua ponsel yang kita miliki harus memiliki dual sim card. Ya, kondisi ini semakin marak, belum lagi ditambah dengan semakin murahnya smartphone, ada dari kita yang mungkin bisa memiliki lebih dari satu smartphone atau lebih dari satu gadget. Ada yang mengkhususkan untuk telepon, yang lainnya mengkhususkan untuk game. Dengan semakin mobile kitanya, maka semakin banyak gadget yang kita rasa “perlu” untuk kita miliki.

Nah, setelah kita jawab masing-masing pertanyaan di atas, coba kita tanyakan pertanyaan berikut ini, sedikit nyeleneh, tapi semoga bisa me-nge-rem keinginan berapi-api  untuk punya gadget banyak-banyak. Pertanyaannya, “Berapa banyak yang bisa kita hasilkan dari tiap-tiap ponsel atau smart phone yang kita miliki?”, jadi maksudnya kita tanya ke diri kita sendiri, dengan satu smartphone, entah itu yang hanya ratusan ribu atau yang sampai puluhan juta, kita bisa menghasilkan berapa “duit” paling gak dalam sebulannya.

Apakah hanya 3x, 5x, atau bisa 10x bahkan lebih dalam sebulan? Kita ambil contoh, kalau smartphone kita seharga 1 juta, dan kita menghasilkan 3 juta dalam sebulan, artinya dengan gaji umr lebih dikit, kita sudah punya biaya untuk bulan itu, sebesar 30% dari gaji, padahal kalau mau sehat, biaya sebulan hendaknya 50% dari pendapatan dalam sebulan, dan biaya ini sudah harus termasuk untuk makan, transportasi, dan katakanlah berobat sedikit-sedikit kalau tiba-tiba harus ke dokter, ini dengan asumsi kita tidak menganggarkan biaya darurat.

Mungkin ada yang bilang, kan saya beli smartphone pakai kartu kredit, jadi bisa nyicil tiap bulannya. Betul, tapi apakah kita sudah menghitung bunganya tiap bulan? Katakanlah smartphone yang kita beli seperti di atas, 1juta, dan kita beli dengan kartu, dengan bunga 3.5% tiap bulan, dan biasanya kita bayar hanya sepuluh persen dari total hutang, artinya untuk harga 1juta, kita hanya bayar 100.000 pokoknya, ditambah dengan 3500 bunganya per bulan, terlihat kecil kan? Kalau 1 tahun artinya bunga sebesar 42.000, yang kalau kita beli makan, sudah kenyang, atau beli pulsa, paling gak bisa buat 1-2minggu. Yang lain mungkin mengatakan, “saya cicilnya gak 100.000 kok, tapi 250.000 tiap bulannya, jadi 4 bulan kelar, bunga jadi gak terlalu besar.” Ok, kalau 250.000, artinya dengan gaji 3juta, kira-kira 8% nya, yang mana kalau kita masukkan itu buat investasi atau nabung emas, yang lagi tren sekarang, empat bulan kita setidaknya sudah dapat 2gr emas, dengan asumsi 1gr emas 500.000. Kalau beli smartphone kita buang uang, sedang kalau nabung atau invest, kita dapat uang atau emas.

Kalau gitu bagaimana dong? Nah, agar kita gak jadi “budak” tren, dan kita juga terpacu untuk produktif, coba kita buat tekad, harga smartphone kita setidaknya 10% saja dari total pendapatan kita, atau kalau dibalik, pendapatan kita setidaknya 10x harga smartphone kita, jadi kalau kita beli smartphone seharga 1juta, berarti setidaknya pendapatan kita bulan itu 10juta.

Ini sekedar masukan agar kita tidak sedikit-dikit ganti smartphone atau punya sampai lebih dari satu, dan agar keuangan kita lebih bermanfaat pemakaiannya, juga agar kita semakin produktif tiap bulannya.

Jadi, berapa ponselmu?

Jika ada yang punya strategi yang lebih jitu, silahkan share ke sini…