Bandarmology oleh Wan Al

Semalam (9 Jan 2014) Wan Al sharing tentang Bandarmology. Keberadaan Bandar sebenarnya debatable, lebih ke mitos, apakah sebenarnya ada atau tidak. Namun tidak dipungkiri bahwa ada tanda-tanda yang memberi petunjuk akan keberadaan mereka (mirip keyakinan ya? haha). 

Konsep Bandarmology berawal dari mencoba mendefinsikan apakah suatu saham berada dalam fase akumulasi atau distribusi? Lho kalau ada yang jual, pasti ada yang beli dong?? Lalu dari mana tahu sedang akumulasi atau distribusi?

  1. Jika ada 1 investor menjual saham 3 lot kepada 3 investor, maka itu namanya distribusi.
  2. Jika ada 3 investor menjual saham, masing-masing 1 lot (total 3 lot) kepada 1 investor, maka itu namanya akumulasi.

Konsep Bandarmology adalah mengamati perpindahan transaksi saham dari dan ke mana. Dengan asumsi bahwa Bandar akan menggunakan jumlah sekuritas yang terbatas (misalnya 5), maka kita dapat mengambil probabilitas mengenai lokasi bandar untuk saham tersebut. Kemudian dengan statistik kita bisa analisa dan monitor kegiatan transaksi sekuritas-sekuritas yang kita asumsikan merupakan tempat Bandar bertransaksi untuk menentukan apakah saham tersebut sedang dalam fase akumulasi atau distribusi.

Pada gambar di atas, ada pergerakan harga saham dan aktivitas bandar (biru). Jika garis biru naik, maka asumsinya Bandar sedang akumulasi dan jika garis biru turun, maka diasumsikan Bandar sedang distribusi. Bisa dilihat bahwa pada grafik tersebut, Bandar mengakumulasi di kiri. Saat merasa profit sudah cukup, bandar melepas saham ke ritel (distribusi).  Ibarat bermain layang-layang, susahnya adalah mengangkat harga di awal. Setelah naik, Bandar tinggal talik ulur. Hingga akhirnya benang habis dan layang-layang lepas. Lihat titik terendah Biru di kiri dan kanan. Itu adalah titik mulai dan akhir bandar pegang saham. Kurang lebih sama tingginya. Namun perhatikan grafik harganya. Tidak sama bukan?

Bandar mendapatkan profit besar, kemudian bilang kepada investor ritel: “Thank you and good luck.”

PS: by the way, grafik tersebut adalah pergerakan harga PGAS dari 2010 hingga 9 Januari 2014