Kami secara regular mengirimkan research harian saham dari rekan kami, HD Capital. Kalau Anda investor/trader di pasar modal, pasti sudah paham dan merasakan research tersebut sangat bermanfaat. Kalau belum mengerti, jangan khawatir karena secara bertahap kami akan berbagi informasi mengenai apa itu saham dan bagaimana cara berinvestasi dalam saham.

Memulai berinvestasi di pasar modal atau orang sering menyebutnya dengan ‘bermain saham’ saat ini adalah suatu hal yang mudah dilakukan hanya dengan “klik”. Online Trading menjadi opsi yang banyak ditawarkan oleh Sekuritas untuk memudahkan Anda dalam bermain saham. Ditambah dengan setoran awal atau modal yang lebih terjangkau, berkisar Rp 5 juta – Rp 10 juta. Tetapi kami tidak bosan untuk menyampaikan bahwa pada dasarnya semua pilihan investasi mengandung peluang keuntungan di satu sisi dan potensi kerugian atau resiko di sisi lain. Anda harus memahami resiko tersebut supaya kerugian dapat diminimalisir. Kenali dahulu profil resiko Anda saat ini; konservatif, moderate atau agresif, karena saham memiliki resiko yang cukup tinggi dan biasanya investasi ini dilakukan oleh para investor dengan profil resiko agresif karena mereka sudah menyadari tingkat resiko yang tinggi, juga kemungkinan menerima return yang tinggi pula jika dilakukan dengan benar dan dengan persiapan yang benar juga. Ingat, low risk biasanya low gain, dan high risk biasanya high gain.

Langkah pertama, kenali saham-saham dari masing-masing sektor.  Di BEI Indeks Sektoral terbagi atas sembilan sektor yaitu: Pertanian, Pertambangan, Industri Dasar, Aneka Industri, Konsumsi, Properti, Infrastruktur, Keuangan, Perdagangan dan Jasa, dan Manufaktur. Kedua, perhatikan Indeks lainnya seperti LQ 45, yang merupakan 45 saham yang paling likuid dan memiliki nilai kapitalisasi paling besar, Indeks Kompas100 yang memuat 100 saham unggulan, Indeks JII yang terdiri atas 30 jenis saham yang dipilih dari saham-saham yang sesuai dengan syariah Islam.

Setelah beberapa saham menjadi pilihan Anda, teliti saham tersebut lebih jauh dengan menggunakan  Analisis Fundamental, yang memberikan gambaran perusahaan dalam hal laporan keuangan dan kesehatan perusahaan. Hasil analisis ini mengarahkan harga saham perusahaan dan prediksi pergerakan harga saham, proyeksi kinerja perusahaan ke depannya. Analisis Fundamental ini juga menjawab pertanyaan “Kenapa harga suatu saham bisa naik atau turun?”.

Sebuah investasi tidak akan menarik bila tidak ada keuntungan yang bisa didapat. Untuk memperoleh keuntungan, Anda bisa mempelajari kapan saham harus dibeli, kapan realisasikan keuntungan dan kapan membatasi kerugian. Semua ini dijawab oleh Analisis Teknikal. Anda tentu pernah lihat Grafik/Chart saham. Chart adalah bentuk presentasi dari analisis teknikal yang menggambarkan pergerakan harga saham dalam suatu rentang waktu tertentu.

Anda dapat menemukan banyak sekali buku dan materi di Internet yang menjelaskan mengenai Analisis Fundamental dan Teknikal sehingga  Anda bisa mulai mempelajari dan didorong untuk mulai ikut serta menjadi bagian dari Pasar Modal Indonesia. Kondisi Pasar Modal kita saat ini belum terlalu kuat karena secara persentase porsi investor dalam negeri masih sedikit sehingga tidak heran jika investor asing keluar masuk dapat menyebabkan bursa kita naik turun.

Namun sebagai investor yang bijak tetap konsisten dengan tujuan keuangan keluarga yang sudah dibuat agar jangan sampai jika terjadi kerugian karena ‘coba-coba’ yang akhirnya mengganggu tujuan keuangan yang penting bahkan lebih buruk lagi jika sampai terlilit hutang dan tetap lakukan dengan porsi waktu yang benar agar tidak mengganggu kehidupan sosialisasi anda jika anda seharian tidak beranjak dari layar monitor karena ‘bermain saham’.

Selamat Belajar dan Berinvestasi Saham!

Dengan hormat,

Tim NgaturDuit.com
email: contact@ngaturduit.com
twitter: http://twitter.com/ngaturduit
Disclaimer:

Segala opini, kesimpulan dan informasi lain yang terdapat di dalam tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis dan belum tentu mewakili pendapat atau pandangan NgaturDuit.com. Isi dari tulisan ini tidak dimaksudkan sebagai saran untuk membeli atau menjual produk keuangan mana pun. Semua transaksi yang dilakukan merupakan tanggung jawab masing-masing.