Apakah Sekarang Stagflasi Global?

inflasi

Kalau kita lihat kondisi ekonomi sekarang, secara global mengalami perlambatan, sehingga berimbas pada Indonesia, memang Amerika sedang membaik, tetapi justru malah membuat negara-negara berkembang melambat, walau belum masuk krisis.

Maka, apakah kondisi ini sedang mengarah pada stagflasi global? Kita belum tahu. Maka melalui artikel ini kami senang berbagi tips untuk bisa tetap melewati kondisi ekonomi sekarang ini. Tapi sebelum masuk ke topik, kita mau tahu dulu apa stagflasi itu.

Dalam ekonomi, stagflasi gabungan istilah stagnasi (kebekuan) dan inflasi, situasi dimana tingkat inflasi tinggi, pertumbuhan ekonomi melambat, dan pengangguran terus-menerus naik. Kondisi yang membuat dilema pengambil kebijakan, karena kalau inflasi diturunkan biasanya menambah pengangguran, begitupula sebaliknya.

Problemnya adalah stagflasi susah untuk diakhiri kalau sudah mulai.

Jadi, kalau kita lihat dari artinya, maka penyebab stagflasi salah satunya inflasi yang tinggi. Seperti yang kita ketahui, inflasi bisa naik ketika permintaan mulai melewati pasokan, maka, dari sisi kita sebagai konsumen, kita jangan mudah terpancing dengan kondisi harga yang tiba-tiba naik, disinilah peran informasi diperlukan, untuk mengetahui apa penyebab harga produk tertentu naik, apakah murni supply-demand atau tidak. Karena kalau bukan karena supply-demand, lebih baik kita tunda sementara pembelian.

Jika kita dari sisi produsen, baik juga kita tidak mudah terpancing dengan harga tinggi, sehingga jadi ajang mencari keuntungan sebesar-besarnya. Kembali, jika bukan karena supply-demand, adalah lebih baik kalau kita menunda sedikit kenaikan harga, mengurangi sedikit marjin keuntungan.

Kuncinya, tidak terburu-buru, merupakan cara yang mudah untuk menyikapi kondisi ini.

Kedua, kembali dari arti stgflasi, yang membuat sulit untuk diakhiri adalah tingkat pengangguran yang tinggi. Jadi, kalau kita seorang pekerja, jangan mudah pindah pekerjaan di kondisi seperti ini, karena selain membuat kita sulit dapat pekerjaan kembali, juga akan membuat tingkat pengangguran bertambah.

Kalau kita seorang pemberi pekerjaan, mungkin dikondisi seperti ini, bisa memberikan pengertian ke karyawan agar tidak buru-buru pindah, dan juga kitanya tidak buru-buru ambil langkah phk.

Tidak salah juga, jika para pekerja juga ikut membuka usaha kecil-kecilan agar bisa mengetahui kesulitan seorang pemilik perusahaan sekaligus, bisa menambah penghasilan pribadi.

Dalam anggaran bulanan kita, yang tadinya ada porsi 30% dari gaji untuk utang, yang umumnya utang konsumtif, mungkin bisa kita alihkan ke utang yang produktif, artinya utang yang digunakan untuk menghasilkan uang kembali, bisa dengan buka usaha, beli properti, dll.

Indonesia diuntungkan dengan jumlah penduduk yang besar, sehingga mudah bagi kita untuk membuka pasar, tinggal apakah kita mau mencari celah pasar apa yang belum ada.

Jika kita jeli, dalam setiap kondisi ada peluang, tapi perlu diingat, dalam setiap peluang ada risiko yang mengikuti.

Buat mereka yang mau share cara untuk survive dalam kondisi yang buruk, silahkan ke sini…