Anda tahu gak… Di balik sifat konsumerisme yang dapat dikatakan cukup tinggi, sebenarnya masyarakat kita tidak sedikit yang sudah mulai berinvestasi atau setidaknya memiliki keinginan untuk berinvestasi lho. Entah itu berinvestasi memang karena kebutuhan atau hanya sekedar ikut-ikutan semata. Yang perlu Anda pahami adalah bahwa sebelum mulai berinvestasi, sangat disarankan untuk memiliki dana darurat.

Kenapa sih Anda harus memiliki dana darurat terlebih dahulu sebelum mulai berinvestasi? Dalam ilmu perencanaan keuangan atau yang biasa disebut sebagai financial planning, sebelum kita dapat melakukan investasi ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan terlebih dahulu. Beberapa hal tersebut adalah:

  1. Apakah Anda memiliki hutang? Jika Anda memiliki hutang konsumtif sebaiknya dilunasi terlebih dahulu. Namun jika ternyata hutang Anda adalah hutang produktif, pastikan rasio hutang yang kita miliki tidak lebih dari 30% dari penghasilan kita.
  2. Selanjutnya cek apakah alur kas (cash flow) Anda positif/terdapat sisa penghasilan?
  3. Lalu apakah asuransi yang kita miliki sudah meng-cover kebutuhan Anda?
  4. Dan yang terakhir adalah apakah Anda sudah memiliki Dana Darurat (Emergency Fund)?

Seperti namanya, Dana Darurat adalah sejumlah dana yang telah dialokasikan secara terpisah, untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya sangat darurat. Contohnya untuk kebutuhan biaya karena sakit, kecelakaan, terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau kehilangan pekerjaan oleh sebab lainnya, kebutuhan biaya bila terjadi kematian anggota keluarga dan kebutuhan darurat lainnya. Tujuan dibentuknya Dana Darurat ini adalah agar jika sewaktu-waktu ada kebutuhan sangat mendesak yang terjadi kepada Anda atau anggota keluarga, maka Anda tidak harus mencairkan atau menjual investasi yang Anda miliki.

Kebutuhan Dana Darurat setiap individu atau keluarga berbeda-beda tergantung dari kondisi perorangan atau keluarga tersebut. Pada umumnya, kalau Anda masih single (belum memiliki tanggungan), kebutuhan Dana Daruratnya adalah 3 bulan pendapatan atau kebutuhan sehari-hari. Untuk keluarga dengan 2 orang tanggungan, kebutuhan Dana Daruratnya adalah 6-9 bulan pendapatan atau kebutuhan sehari-hari. Perlu diingat bahwa besarnya kebutuhan Dana Darurat ini disesuaikan dengan kondisi atau situasi individu atau keluarga masing-masing; semakin banyak tanggungan maka semakin besar dana darurat yang harus disiapkan.

Dana Darurat sebaiknya ditempatkan pada produk keuangan yang bisa dengan mudah dan cepat diambil serta aman. Hasil return tidak dipakai sebagai tolok ukur utama dalam menentukan tempat kita menempatkan Dana Darurat. Contoh produk keuangan yang sesuai untuk penempatan Dana Darurat ini adalah Tabungan, Deposito, Reksadana Pasar Uang atau Logam Mulia. Perhatikan bahwa dalam penempatannya, Anda harus memisahkan Dana Darurat dari dana operasional dan dana investasi.

Lalu bagaimana jika Anda memiliki tujuan keuangan dalam waktu dekat ini, sedangkan kebutuhan dana darurat yang dimiliki belum mencapai kuota (target)? Jawabannya adalah boleh saja Anda memulai berinvestasi, asalkan Dana Darurat yang dimiliki minimal mencapai minimal 30% dari target Dana Darurat yang telah ditetapkan. Dan yang penting, pastikan bahwa Anda tetap mencicil untuk memenuhi kuota (target) Dana Darurat walaupun akan mulai  berinvestasi.

Selamat berinvestasi dan tetap jaga Dana Darurat Anda!

Dengan hormat,

Tim NgaturDuit.com
email: contact@ngaturduit.com
twitter: http://twitter.com/ngaturduit

 

Disclaimer:

Segala opini, kesimpulan dan informasi lain yang terdapat di dalam tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis dan belum tentu mewakili pendapat atau pandangan NgaturDuit.com

 

Isi dari tulisan ini tidak dimaksudkan sebagai saran untuk membeli atau menjual produk keuangan mana pun. Semua transaksi yang dilakukan merupakan tanggung jawab masing-masing.