Apa itu Cash Flow yang Kental?

cashflow kental

Mungkin kita sering dengar darah kental, tapi bagaimana dengan cash flow yang kental? Mungkin kita langsung akan mengernyitkan dahi, sambil bertanya, apa itu? Kalau darah kental bisa diencerkan dengan obat atau makanan pengencer darah, lalu bagaimana dengan cash flow yang kental?

Sebelum mencari tahu cara mengatasinya, yang perlu kita tahu adalah apa itu cash flow kental? Apa penyebabnya?

Cash flow bisa disamakan dengan darah bagi dunia usaha dan juga keuangan pribadi. Seperti darah dalam tubuh yang harus lancar agar sehat, begitu juga cash flow dalam usaha dan keuangan pribadi kita perlu lancar agar keuangan pribadi dan usaha kita tetap sehat.

Jadi, cash flow kental adalah kondisi di mana aliran keuangan kita kurang lancar tapi belum masuk ke kondisi macet. Di mana pemasukan tidak sama dan cenderung terlalu besar dibanding pengeluaran. Bingung yah? Biasanya untuk urusan pengeluaran tanpa harus diajar, kita akan dengan sendirinya melakukan pengeluaran, sudah dibawah alam sadar kita untuk melakukannya. Untuk pemasukan yang sering kita bingung carinya.

Mungkin kondisi seperti di atas jarang terjadi buat mereka yang mengelola uang pribadi, tapi untuk yang buka usaha ini bisa terjadi, khususnya pada kondisi seperti sekarang ini, di mana ekonomi yang melambat, banyak pengusaha yang lebih senang menyimpan dana dari pada mengeluarkannya untuk usaha mereka.

Padahal ini kurang bagus, apalagi kalau semakin banyak pengusaha yang melakukan hal ini, maka tidak menutup kemungkinan ekonomi akan semakin lambat dan masuk ke macet.

Begitu juga dengan kita yang mengelola dana sendiri, mungkin kita masuk ke kondisi yang cukup menguntungkan, bisa dapat gaji besar di usia muda, atau usaha kita berjalan lancar di usia muda.

Uang yang kita peroleh lebih besar dari pengeluaran rutin yang kita lakukan. Hal ini bisa membuat belanja konsumsi menurun, dan kalau ini dilakukan oleh masyarakat luas, sama seperti para pengusaha yang menahan dana mereka, maka tidak menutup kemungkinan untuk masuk ke kondisi macet ekonomi.

Maka pertanyaanya, bagaimana cara mengatasinya?

  1. Jangan takut belanja

Bila kondisi ekonomi seperti sekarang ini, banyak yang jadi takut berbelanja. Bersikap hati-hati sebelum dan ketika berbelanja memang bagus, tapi kalau sampai timbul perasaan takut berbelanja ini yang akan merepotkan.

Kami juga tidak ingin menganjurkan bersikap boros, hanya kami ingin mengajak untuk bersikap wajar terhadap berbelanja, tidak takut tidak juga boros.

Biar bagaimanapun juga, kita tidak bisa menutup mata, kalau ekonomi kita masuk bisa dibilang 80-90% ditopang oleh belanja konsumsi.

Tapi, karena konsumsi nya ini adalah 80-90% belanja barang impor, ini yang buat ekonomi khususnya di Indonesia sering bertambah berat. Oleh karena itu, bagus juga buat kita sebagai konsumen, melakukan diversifikasi belanja, jadi bukan cuma investasi yang kita diversifikasi, belanja pun kita buat variasi, jadi tidak melulu pada barang impor, tapi juga belanja barang produksi  dalam negeri.

  1. Kelola dana belanja

Setelah kita lebih berani berbelanja, yang perlu kita lakukan agar cash flow kita tidak mengental tapi menjadi lancar, adalah mengelola dana belanja kita.

Pengelolaan dana belanja di sini, bukan sekedar membuat anggaran bulanan tapi juga perlu kita kelola dana yang sudah kita anggarkan dana kita tadi. Mengelola dana yang sudah kita anggarkan di sini, termasuk menentukan kapan kita berbelanja, menentukan tempat berbelanja, apakah di mall, di pasar, dll. Kenapa hal-hal ini penting, karena ini banyak menyangkut besaran dana yang kita keluarkan tiap bulannya.

Misal, dana yang kita keluarkan berbelanja di mall akan berbeda dengan di pasar. Berbelanja saat hari raya akan berbeda dengan saat promo, dll.

  1. Investasi

Yang terakhir, agar cash flow kita tidak kental, jangan lupa berinvestasi. Investasi bisa kita golongkan berbelanja juga, atau mengeluarkan dana juga, tapi produk yang dibeli tidak habis begitu saja, tapi akan menambah pemasukan kita.

Meski demikian, ada yang perlu kita ingat, investasi ini juga termasuk mengendapkan dana, artinya berbeda dengan berbelanja barang yang langsung berdampak langsung ke pergerakan ekonomi, karena dana dari kita yang diterima produsen akan mereka langsung gunakan untuk produksi kembali, artinya roda ekonomi masih berjalan selama produsen-konsumen terus bertransaksi.

Sedangkan, ketika kita menaruh dana invetasi, apakah dana tersebut akan digunakan secara langsung untuk perputaran ekonomi, bisa ya bisa tidak, tergantung produk apa yang kita beli?

Oleh karena itu, dengan mengelola dana semakin efektif dan efisien, maka dana kita terutama arus kas atau cash flow kita akan semakin lancar dan tidak mengental.

Apa ada pengalaman cash flow nya mengental? Silahkan share ke sini…