antara harga BBM dan harga Emas

Ketika BBM telah diputuskan naik, yang jadi pertanyaan banyak investor adalah imbas harga BBM terhadap harga emas, entah naik atau turun. Bagaimana pengaruhya? Apakah ada hubungannya?

Imbas kenaikan BBM sendiri telah dirasakan masyarakat luas bahkan sebelum kenaikan harga benar-benar diumumkan. Harga sembako telah naik sekitar 2%. Inflasi berikutnya terjadi setelah BBM dinaikkan pada Jumat (21/6/13), pengamat mengatakan harga-harga naik 2,2% lagi. Lalu kemudian gelombang ketiga kenaikan harga kebutuhan pokok, masih menurut pengamat, akan terjadi saat memasuki bulan Ramadhan. Bulan Juli, Agustus dan September adalah saat paling berat bagi masyarakat. Subsidi untuk premium dan solar adalah menyasar level ekonomi menengah di level paling bawah, pengguna angkot, motor dan transportasi massal pengangkut kebutuhan pokok. Wajar imbas kepada harga sembako begitu terasa, berbeda dengan ketika kenaikan harga untuk BBM non subsidi (pertamax, pertamax plus) terjadi. Sementara mereka jugalah yang ditargetkan menjadi penerima BLSM. Dengan alasan apapun dan dilihat dari kacamata apapun, keputusan menaikkan harga BBM jelas menambah beban masyakarat menjadi berlipat-lipat.

Mari kita kembali ke hubungan harga BBM dan harga emas. Harus diketahui, geliat yang sifatnya lokal, semisal belanja emas nasional, tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI rate), inflasi dan deflasi biasanya tak terlalu berpengaruh pada gerak harga emas lokal. Bahkan tingkat belanja emas retail lokal pun, karena jumlah konsumsi emas dalam negeri Indonesia relatif kecil, tak mampu menggerakan harga emas lokal, apalagi mempengaruhi harga emas global.

Jadi tak ada pengaruh langsung antara harga BBM dengan gerak harga emas. Karena harga emas dibentuk permintaan dan penawaran internasional. Supply & demand ini dibentuk faktor riil/ fisik permintaan dan penawaran produksi fisik serta konsumsi emas maupun sentimen negara, orang dan investor besar. Sentimen dengan tingkat pengaruh besar misalnya adalah apa yang terjadi di AS, Eropa, Cina. Termasuk juga suplai minyak bumi yang sangat dipengaruhi konstelasi hankam dan politik di wilayah Timur Tengah.

Jika mencari hubungan antara pengaruh harga BBM dengan harga emas, maka kita harus lihat efek lebih luas terkait isyu BBM dengan, misalnya, pelemahan Rupiah terhadap USD. Apa yang terjadi saat ini dimana Rp melemah signifikan sebetulnya efek dari penguatan USD secara global. Dampaknya adalah emas naik dalam Rp karena penakarnya adalah USD seperti yang terjadi pekan lalu, meski secara riil harga emas sedang melemah. Hiruk pikuk yang mengkhawatirkan justru jika harga BBM memicu pelemahan daya beli masyarakat, pengangguran meningkat, demonstrasi meluas, investor asing lari dari Indonesia, ditambah BI rate naik yang melemahkan sektor riil (diperkirakan naik menjadi 7%), maka Rp akan terperosok lebih dalam.

Ketika itu terjadi, bisa saja emas naik signifikan seperti kejadian 1997-1998 saat emas naik 2x lipat hanya dalam hitungan hari. Kita tentu tak berharap hal ekstrim seperti ini terjadi. Wallahua’lam.

Endy Kurniawan

www.twitter.com/endykurniawan

Untuk memulai investasi logam mulia follow @salma_dinar (www.salmadinar.com) dan @nabung_emas (www.nabungemas.salmadinar.com)

Lakukan manajemen keuangan dan investasi dengan mudah di http://www.ngaturduit.com

Tags:,