Ada apa di 2013 ?

Selamat Tahun Baru 2014!

 

Menyambut tahun baru, tentu banyak rencana-rencana baru, semangat baru dan ide-ide baru yang masih segar untuk diimplementasikan. Begitu pula dengan urusan keuangan bukan? Menyambut tahun baru ada baiknya kita membuat perencanaan finansial dan investasi yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

 

Tahun 2013 telah kita lewati. Tahun ini merupakan salah satu tahun dengan kondisi keuangan yang cukup bergejolak. Dalam tulisan ini saya akan memberikan beberapa fakta keuangan di tahun 2013 sebagai berikut :

 

1. Tingkat Suku Bunga

BI Rate adalah tingkat suku bunga kebijakan yang mencerminkan kebijakan moneter yang ditetapkan oleh bank Indonesia dan mengalami beberapa kali kenaikan tahun ini. Pada Januari 2013, BI Rate ada pada 5,75% dan ditutup pada level 7,50% di bulan Desember 2013.

 

Kenaikannya mencapai 1,75%. Dibandingkan tahun 2012 di mana BI Rate malah mengalami penurunan 0,25% dari 6,00% di bulan Januari 2012 dan ditutup dengan 5,75% pada Desember 2012.
2. IHSG dan Harga Saham

Awal 2013 IHSG alias Indeks Harga Saham Gabungan dibuka di angka 4329. Di akhir 2013, IHSG mencatat penutupan di angka 4274 pada 31 Desember 2013, lebih rendah dari penutupan di tahun sebelumnya yaitu 4316.

 

Tahun 2013 IHSG pun mencetak sejarah mencapai nilai tertinggi yaitu 5200 di bulan Mei. Walaupun kemudian mencatat penurunan yang signifikan hingga mencapai 3967 pada tanggal 27 Agustus 2013.

 

Kinerja IHSG yang cemerlang sejak bulan Januari hingga Mei, kemudian diikuti oleh penurunan hingga lebih dari 20% nilai tertingginya tersebut mencerminkan turunnya harga saham di bursa.
3. Tingkat Inflasi

Tingkat Inflasi Indonesia di bulan Januari 2013 adalah 4,57%. Nilai ini cukup rendah, di bawah dari asumsi rata-rata inflasi per tahun yang biasa digunakan dalam perencanaan keuangan, yaitu 10%. Tetapi di bulan November 2013 tingkat inflasi mencapai 8,37%. Kenaikan inflasi yang cukup signifikan terjadi dari bulan Juni yaitu 5,90% menjadi 8,61% di bulan Juli 2013.

 

Kenaikan inflasi yang cukup tinggi tahun ini banyak dipengaruhi oleh kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) dan melemahnya kurs Rupiah terhadap US Dollar.

 

4. Kurs Rupiah terhadap Dollar

Di bulan Januari 2013, kurs IDR/USD adalah 9740. Sayangnya penguatan USD terhadap IDR terus berlanjut hingga di akhir 2013 kurs IDR/USD 12,180.

 

Pelemahan kurs memang tidak hanya di Indonesia, hampir semua mata uang di negara-negara Asia mengalami pelemahan kurs terhadap USD di tahun 2013 ini. Walaupun Rupiah yang mengalami penurunan kurs terdalam.

 

Pelemahan Rupiah terhadap mata uang lainnya pun terjadi. Saat ini kurs Rupiah terhadap SGD, EUR, AUD pun mengalami penurunan yang cukup signifikan.
5. Perubahan Peraturan Kredit

Mulai 1 September 2013 berlaku peraturan Loan To Value alias LTV untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ataupun KPA (Kredit Kepemilikan Apartmen) yaitu untuk properti pertama, kedua dan ketiga masing-masing sebesar 70%, 60% dan 50%. Sehingga DP alias uang muka yang harus disediakan menjadi lebih tinggi.

 

Sebelumnya bank memberikan pinjaman hingga 70% dari properti untuk KPR/KPA, tanpa memperhitungkan properti keberapa yang dimiliki debitur.

 

Aturan ini berlaku juga untuk pemberian kredit non KPR yang beragunan properti. Dan, suami istri akan dianggap sebagai satu debitur. Bank pun dilarang memberikan pembiayaan ataupun kredit tambahan selain KPR/KPA, misalnya untuk uang muka properti yang akan dibeli tersebut.

 

Selain itu, ada lagi aturan tentang properti inden. Yaitu properti yang wujud fisiknya belum siap untuk diserah-terimakan, atau masih harus dibangun. Bank hanya akan memberikan fasilitas pembiayaan pembelian properti secara inden untuk permintaan KPR/KPA pertama kali. Dan bukan untuk properti kedua dan seterusnya.

[ Tips : Gunakan kalkulator KPR melalui menu tools di ngaturduit.com untuk tahu apakah Anda mampu membeli rumah impian Anda ]

Untuk detail lebih lengkap tentang perubahan aturan kredit kepemilikan properti dapat dilihat di artikel ini.

 

Tampaknya kita akan menghadapi tahun 2014 yang cukup menantang. Tetap semangat ya, tetap berinvestasi dan live a beautiful life !

 

Fitri Oktaviani ( Associate Planner )

ZAP Finance
Gedung Menara Prima lantai 26D
Jl. Lingkar Mega Kuningan
Jakarta 12950
Telp. (021) 5794-8059
Fax. (021) 5794-8057
Twitter: @zapfinance
Email: info@zapfin.com

 

Lakukan manajemen keuangan dan investasi dengan mudah dihttp://www.ngaturduit.com