6 Tips Memilih Financial Planner

Sebelum mulai mencari Financial Planner, tentukan dulu kebutuhan Anda apa? Karena tidak sama untuk setiap orang. Apakah sekedar untuk membantu perhitungan pajak atau sampai pembuatan rencana pensiun? Apakah cukup dibuatkan rencana satu kali saja dan Anda bisa disiplin mengikuti, atau butuh jasa tambahan untuk review perkembangannya? Produk dan jasa Financial Planner beragam sehingga cara pembayarannya pun beragam. Bisa konsultasi per jam, fix rate per kasus, persentase dari aset (jika mengelola aset), atau kombinasi.

Nah, jika ternyata Anda ingin mencari Financial Planner, ikuti tips-tips berikut:

  1. Banyak bertanya! Baca kontrak yg diajukan Financial Planner. Hampir semua hal yang menentukan apakah Anda cocok dengan calon financial planner ada di dalam kontrak. Tanyakan sampai semua jelas. Jangan malu-malu, apalagi takut!
  2. Apakah produk dan jasa Financial Plannernya cocok dengan Anda? Tanyakan juga apakah semua produk dikerjakan secara inhouse (oleh firma Financial Planner) atau di outsource? Bukan berarti outsource buruk lho… Tapi sebagai klien, Anda harus tahu dan nyaman dengan hal tersebut.
  3. Pahami sumber pendapatan dari Financial Planner atau firmanya. “Lho, bukan kah pendapatan mereka dari fee saya?” Betul, tapi belum tentu 100% :) Contoh: Jika firma ternyata mendapat komisi dari penjualan produk keuangan, apakah Anda tetap yakin bahwa nanti produk yang ditawarkan adalah produk terbaik untuk Anda? Lagi-lagi bukan berarti bisnis model tersebut buruk, tapi sebagai klien, Anda harus tahu dan nyaman dengan hal tersebut. It’s all about trust.
  4. Tanyakan mengenai pengalaman dan lisensi/izin yang dimiliki Financial Planner dan firmanya. Anda berhak lho meminta lihat dokumen legal perusahaan :) Pastikan Financial Planner atau firmanya memiliki lisensi/sertifikasi sesuai dengan kebutuhan Anda. Hati-hati jika mendapatkan advice tentang produk keuangan dari Financial Planner yang tidak kompeten di produk tersebut. It pays to be safe.
  5. Cari tahu apakah Financial Planner atau firmanya pernah memiliki masalah hukum atau komplain dari klien. Dengan teknologi Internet yang semakin canggih, tentu riset seperti ini sudah tidak terlalu sulit dilakukan.
  6. Tips terakhir adalah pastikan Anda cocok dengan pribadi Financial Planner. Kecocokan penting karena Anda akan berbagi salah satu hal yang paling pribadi kepada Planner, yaitu kondisi keuangan Anda .

Semoga tips-tips di atas dapat membantu Anda menemukan Financial Planner yang cocok, dan tidak ada salahnya mulai pencarian dari daftar partner Financial Planner NgaturDuit.com ;)