6 Langkah Investor Saat Ekonomi Lesu

confused investor

Pada beberapa artikel sebelumnya, kita sudah melihat, apa saja hal yang menahan ekonomi Indonesia pada kuartal I kemarin dan apa saja yang bisa menjadi pendorong ekonomi pada kuartal-kuartal berikutnya. Dalam masa transisi seperti sekarang, dimana ekonomi masih lesu, apa yang harus dilakukan oleh investor? Berikut ada 6 hal yang bisa kita lakukan sebagai seorang investor:

1. Invest pada sektor yang tepat. Seperti yang telah kita bahas dalam artikel yang kedua lalu, sehubungan dengan faktor-faktor pendorong ekonomi, yaitu infrastruktur, perumahan rakyat, ekonomi maritim, dan investasi. Jadi, jika kita adalah seorang investor, maka kita bisa invest pada ke empat sektor ini.

2. Invest pada sektor yang permintaannya selalu tinggi. Selain ke empat sektor di atas, para investor juga bisa masuk ke sekor-sektor yang secara historis memiliki kecenderungan naik tiap tahun seperti sektor konsumsi atau FMCG (fast moving consumer goods). Karena bisa dikatakan bahwa selama ada pergerakan ekonomi entah naik atau turun, sektor ini tetap banyak konsumennya.

3. Memiliki exit strategy. Setelah kita tahu ke mana kita akan memasukkan dana kita, maka kita perlu mengingat artikel pertama dari rangkaian artikel kita kali ini, sebagai antisipasi jika faktor penahan ekonomi kembali datang. Artinya kita harus selalu memiliki exit strategy.
Baca juga: tanpa exit strategy pasti rugi!

4. Diversifikasi. Jangan lupa untuk menyebar investasi untuk mengurangi resiko. Jika investasi disebar pada beberapa instrumen maupun produk, investasi kita akan memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap gonjang-ganjing ekonomi.

5. Jangan khawatir yang berlebihan. Winston Churchill pernah bilang, “Let our advance worrying become advance thinking and planning” (biarlah kekhawatiran yang muncul menjadi pemikiran dan perencanaan ke depan -red). Artinya, kalau ada kekhawatiran-kekhawatiran yang muncul sehubungan dengan investasi kita, maka jadikan itu sebagai pemikiran dan perencanaan untuk investasi kita ke depan.

6. Jangan panik saat market sedang koreksi atau resesi sekalipun. Tentu tidak ada orang yang pernah berharap rugi, namun penurunan di pasar merupakan peluang untuk mendapatkan harga murah.
Baca juga: apa itu koreksi pasar?

Kesimpulan
Sebagai seorang investor, saat ini yang bisa kita lakukan adalah review kembali portfolio kita dan lihat apakah ada instrumen yang sangat terpengaruh oleh market yang lesu? Buat exit strategy jika ada portfolio yang jatuh. Tetap pertahankan “hope” (harapan) untuk kondisi market yang lebih baik. Jadi bisa dikatakan saat ini adalah waktu yang baik
bagi seorang investor untuk mengatur kembali portfolio.

Apakah Anda seorang investor? Bagaimana cara Anda menghadapi kondisi pasar dan ekonomi yang sedang lesu? Share di bawah ya!

(Disclaimer) Investasi merupakan kegiatan yang beresiko dan dapat mengakibatkan kerugian material. Tulisan ini hanya  bertujuan hanya sekedar memberikan informasi dan tidak boleh ditafsirkan sebagai ajakan atau penawaran untuk membeli dan/atau menjual efek atau instrumen keuangan lainnya. Setiap keputusan investasi yang di ambil merupakan tanggung jawab sepenuhnya investor.

User Rating: 4.0 (4 votes)
Sending