MLM….
Ada apa sih dengan MLM? Kadang Om bingung sekaligus kagum sama MLM. Kok bisa ya mengumpulkan dan mengajak ratusan bahkan ribuan orang untuk ikutan gabung. Gak tanggung-tanggung lho, yang ikutan bisa langsung puluhan orang dalam satu waktu. Wow..Magic… Sebenernya apa sih yang ditawarkan dan diberikan oleh MLM itu?
Klo bicara soal MLM, singkatnya sih itu adalah salah 1 alternatif bisnis yang bisa langsung dijalankan oleh si peserta, dimana untuk mencapai kesuksesan dalam satu titik tertentu, si peserta harus membawa orang lain untuk ikutan bisnis ini. Bisa dibilang, bisnis ini baru maksimal klo kita bawa serombongan orang untuk aktif dibawah posisi kita “istilah MLM-nya down line”. Kebanyakan alasan orang ikutan MLM ini untuk mendapatkan pasive income, yang ujung-ujungnya bisa pensiun dini “itu versi MLM”. Bagaimana tingkat keberhasilannya? Apakah ada yang sukses? Jawabannya, tentu saja ada yang sukses, lihat aja orang-orang yang sharing dalam forum MLM. Umumnya yang menjadi pembicara alias key note speaker itu si petinggi-petinggi atau orang yang udah ada di posisi puncak dalam jejaring MLM itu. Karena keberhasilannya itu, mereka berbagi pengalaman dan juga tips gimana caranya biar bisa seperti mereka. Well…temen-temen juga tau kan, ujungnya ke jualan lagi jualan lagi.
Banyak banget temen-temen yang tanya ke Om, ikutan MLM itu untung gak sih? ada resikonya gak ikutan MLM? kalo ikutan MLM, bisa pensiun dini gak sih? Nah, untuk menjawab pertanyaan itu, Om coba jabarin lewat blog ini. Tapi inget ya, ini versinya Om. Boleh setuju, boleh juga gak setuju. hehehehehehe..
MLM dilihat dari sisi bisnis, memang termasuk sebuah jenis bisnis yang menjanjikan. Ada produk dan/atau jasa yang dijual dalam MLM, dan tentunya ada potensi mendapatkan penghasilan melalui MLM. Berbicara bisnis pada umumnya, ada beberapa kategori mengenai hal disebut bisnis. Hal yang utama, bisnis itu membutuhkan modal. Nah modal yang bermain dalam bisnis bisa berupa modal uang (capital), modal ide (konsep), modal tenaga, modal waktu, dan modal jaringan (networking).
Coba kita telaah dari sisi MLM itu sendiri;
1. Modal uang (capital) cenderung rendah, kita gak perlu modal besar untuk ikutan MLM. Dengan dana yang terjangkau, seseorang bisa langsung menjalankan sistem MLM itu.
2. Modal ide (konsep) hampir tidak ada. Nah, ini dia kuncinya, produk utama yang dijual dalam MLM adalah konsepnya, bukan produknya. Konsep disini adalah konsep untuk mendapatkan keuntungan dengan cara menambah down line. Coba perhatikan, kalaupun ada produk yang dijual oleh MLM yang bersangkutan, biasanya itu hanya gimic atau sekedar marketing tools yang ujung-ujungnya seseorang menjual konsepnya agar orang lain mau bergabung dan bermitra di bawah orang tersebut.
*Hayoooo..coba tela’ah lebih detail, jualan konsep ya..*
3. Modal tenaga, Ini dia nih yang paling besar. Cari..cari..dan cari terus orang yang bisa ikutan bergabung. Tidak mudah untuk meyakinkan orang lain agar bisa ikutan MLM. Maka dari itu modal tenaga menjadi yang no.1 di bisnis ini. “Tapi Om, kalau udah diposisi puncak, kan gak perlu cari orang lagi”. Yakin gak perlu keluar tenaga? Gimana dengan para posisi tinggi yang masih harus sharing dan bicara di forum besar? Emang sih, cuma sekedar sharing & memotivasi. Tapi, coba tela’ah lebih dalam. Sharing, kasih motivasi, cuap cuap di atas panggung, lari dari ujung ke ujung, lompat-lompat, tepuk tangan, bikin orang lain penasaran pengen ikut. Apakah semua aktifitas itu gak pake tenaga? Kalau bicara pensiun, serius tuh, itu yang namanya pensiun dan menikmati pasive income? Kalau menurut Om sih ya, yang namanya pensiun itu, betul-betul menikmati hari tanpa perlu melakukan hal yang bersifat produktif mencari tambahan penghasilan. Apalagi disuruh jingkrak-jingkrak, mending Om jingkrak-jingkrak di panggung sama temen-temen band, ketauan hobi tersalurkan *ini versi Om lho ya..*. Jadi coba tela’ah lebih detail lagi mengenai konsep pensiun dini atau pun pasive income.
4. Modal waktu, kalau tenaga aja banyak kepake, otomatis waktu juga banyak terpakai. Antara waktu dan tenaga saling terkait dalam bisnis ini. Sering kali Om bertemu dengan orang-orang yang berada di posisi puncak MLM di sela-sela waktu luangnya. Memang betul, Om kagum melihat mereka bisa menikmati waktu tanpa harus ke kantor atau pun beraktifitas rutin. Tapi anehnya, segala sesuatu selalu dikaitkan dengan keberhasilan mereka di MLM. Singkat cerita, ujung-ujungnya dagang juga. Wah..wah..Kalau punya waktu luang tapi mayoritas waktunya habis dalam perbincangan MLM, cape juga. Kapan bisa nikmatin waktunya? Tapi lihat sisi positifnya. Mereka yang gigih dalam MLM dan bisa memanfaatkan waktu serta tenaga secara optimal, bisa meraih kesuksesan dalam MLM. Semangat dan loyalitas dalam MLM perlu diacungi jempol, sampai-sampai hampir 24 jam terpakai untuk MLM ini.
5. Modal jaringan (networking), Kalau ide a.k.a konsep itu adalah produk utamanya, Nah ini dia sasarannya. MLM sejati harus bisa mendobrak & memperluas networking. Singkat cerita, semakin banyak kita mengenal orang, semakin besar peluang untuk menjual produk dan mendapat keuntungan.
Nah, kira-kira 5 sudut pandang yang Om lihat dalam bisnis MLM ini. Sekali lagi, ini sebuah opini dan analisa yang Om ambil dari pengalaman dan juga fenomena yang terjadi tentang MLM tersebut. Apakah MLM ini buruk? Belum tentu juga. Jika memang ini adalah bisnis yang cocok untuk temen-temen semua, silahkan jalani bisnis MLM tersebut dengan sungguh-sungguh. Segala sesuatu yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan penuh ketekunan akan memberikan hasil yang sepadan.
Like my Uncle said to me “NO PAIN, NO GAIN”
Decission is in your own hand, be wise