10 Pernyataan Salah di Kartu Kredit

Memiliki kartu kredit memang seperti memiliki pisau yang tajam. Ketika kita bisa menggunakan dan menguasainya dengan baik, maka itu akan membuat Anda menjadi koki yang hebat, tapi ketika kita tidak bisa menguasainya, jangan heran Anda bisa menjadi koki yang terluka.

Itulah kenapa banyak orang membahas mengenai apa yang boleh, apa yang tidak boleh; apa yang sebaiknya dilakukan dan apa yang sebaiknya tidak dilakukan dengan kartu kredit. Tapi sama seperti pisau tadi, ketika kita sama sekali tidak menggunakannya atau membatasinya dengan cara yang salah, maka kita tetap akan menajadi seorang koki biasa dan bukan koki yang handal.

Beberapa pernyataan tentang kartu kredit yang sering kita dengar dengan maksud baik tapi bisa jadi salah dan menjadi masalah.

1. Punya kartu kredit menakutkan
Pernah tau kenapa kartu kredit diciptakan? Karena si pencipta mengalami masalah saat dirinya harus membayar sebuah jamuan makan ternyata lupa membawa dompet. Ketika kita menggunakan kartu kredit dengan maksud sebagai alat bantu pembayaran maka seharusnya kita tidak perlu takut memiliki kartu kredit.

2. Punya kartu kredit lebih boros daripada tunai.
Pernah dibayar kembalian pembayaran dengan permen atau dengan ucapan maaf karena ngga punya uang Rp.25 atau Rp.50? kalau hari itu Anda berbelanja 100 kali dan semua kasir melakukan yang sama maka Anda sudah kehilangan Rp2.500 atau Rp5.000. Kartu kredit memungkinkan kita membayar secara detil. Jadi mana lebih boros?

3. Kartu kredit membuat kita menjadi banyak utang.
Kartu kredit memang memiliki fasilitas pembayaran tunda; tapi bukan berarti sebagai fasilitas kemudahan tadi adalah suatu keharusan. Ketika kita bisa membayar semua pemakaian kartu kita, maka kita tidak akan terkena banyak utang.

4. Miliki batas kartu kredit seminimal mungkin
Memiliki batas kartu kredit rendah memang membuat kita memiliki kemungkinan kecil terkena masalah utang yang besar. Tapi dengan fasilitas kecil maka fungsi kartu kredit tadi menjadi tidak ada apalagi bila kita menggunakannya di luar negeri.

5. Supaya aman, tinggal kartu kredit dirumah
Kartu kredit memiliki manfaat penting salah satunya adalah keamanan. Dengan kartu kredit Anda dimungkinkan membawa uang 25 juta, 50 juta bahkan 500 juta di dalam kantong atau sebuah dompet. So mana lebih aman; bawa 500 juta di dompet atau selembar kartu ?

6. Menguntungkan bayar tunai daripada bayar pakai kartu
Apa sih yang dimaksud dengan menguntungkan? Sebenarnya kalau kita membayar maka kita dirugikan karena ada asset kita yang hilang. Tapi dengan bayar tunai asset kita hilang sekarang; dengan kartu; kalau pintar bisa aja baru hilang 40 hari ke depan tanpa kena bunga.

7. Cara selesaikan utang kartu kredit adalah dengan memotong kartunya
Ini sama dengan membunuh tikus dengan membakar gudang gandum. Cara paling aman menyelesaikan kartu kredit adalah dengan mengendalikan penggunaannya dan menjadwalkan pembayarannya.

8. Gunakan saja kartu kredit untuk modal usaha
Utang untuk bisnis bukanlah hal yang diharamkan, tapi tentunya untuk tujuan yang benar. Untuk pengembangan usaha mungkin ok, tapi untuk modal usaha mungkin harus dipikirkan ulang. Mempertaruhkan pengeluaran pasti(tagihan utang) dengan pemasukan tidak pasti(hasil usaha) adalah hal mendasar yang salah.

9. Bayar minimal bisa membantu menyelesaikan utang kartu kredit kita.
Bener juga sih, tapi bisa jadi waktunya sangat lama dan nilai bunga plus biaya lain yang kita bayar kepada penerbit kartu bisa lebih besar dari utang kita sendiri. Jadi yang terbaik bukan bayar minimal tapi bayar dengan angka tertentu yang pasti.

10. Miliki banyak kartu lebih baik dari sedikit kartu
Ini sama seperti punya dompet banyak lebih baik dari pada berapa banyak isi di dompet itu. Jadi sebenarnya yang terpenting bukan berapa banyak kartunya, tapi berapa besar fasilitas yang kita dapat. Punya 1 kartu dengan fasilitas 100 juta jauh lebih baik daripada punya 100 kartu dengan fasilitas 1 juta masing-masing.

Eko Endarto
Financial Planner
www.finansiaconsulting.com
@kokiduit